Thursday, 2 August 2018

author photo
Ilustrasi/NET
PORTALTEBO.com - Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebo, memberikan imunisasi campak dan Measles Rubella (MR) kepada anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Pemberian imunisasi Campak MR ini merupakan program pusat yang diberikan kepada anak secara gratis, yang sudah dimulai pada Rabu kemarin (01/08/2018).

Sayangnya, pada pencanangan imunisasi MR ini, masih ada beberapa orangtua siswa yang menolak pemberian vaksin bagi anak-anaknya. Salah satunya disampaikan oleh Roby warga Kecamatan Tebo Tengah.

Roby yang mengaku anaknya bersekolah di salah satu SD di Tebo ini, mengakui jika dirinya telah menghubungi pihak sekolah agar anaknya tidak diberikan imunisasi tersebut.

“Saya sudah menghubungi pihak sekolah dan minta anak saya tidak diberi imunisasi atau vaksin MR, “kata Roby pada PORTALTEBO.com, Kamis (02/08/2018).

Ditanya apa alasannya, dia mengatakan, “Saya ragu dan mengkhawatirkan jika vaksin MR tersebut mengandung DNA babi. Soalnya, informasi yang saya dapat, MUI belum mengeluarkan pernyataan resmi soal halal tidaknya vaksin tersebut,“singkatnya.

Terkait hal ini, Ridwan Kadinkes Tebo mengaku jika sampai saat ini pihaknya belum menerima surat edaran dari Kemenkes terkait pernyataan MUI soal halal tidak vaksin MR.
“Jadi kita tetap melaksanakan pemberian vaksin kepala anak, “ujar Ridwan.

Dijelaskannya, pemberian vaksin campak dan MR bertujuan untuk mencegah terjangkitnya campak dan rubella terhadap anak-anak. “Jadi sangat sayang jika anak-anak kita tidak diberikan vaksin MR, “kata dia. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement