Tuesday, 3 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Warga Muarokumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi naik pitam, Minggu (1/7/2018). Mereka menghadang dan mengusir truk bermuatan batu bara yang masih nekat melintas di pagi dan siang hari.

Dilansir dari laman websitenya serujambi.com, aksi ini dilakukan warga, khususnya pemuda desa setempat, sesuai hasil musyawarah desa yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei lalu. Dimana, dalam surat keputusan musyarawah yang sudah ditandatangani oleh Kepala Desa Muarokumpeh, Hamid, Ketua Forum Kades Kumpeh Ulu dan Taman Rajo, bahwa mobil batu bara dilarang melintas saat siang hari dan hanya di perbolehkan melintas setelah pukul 19.00 WIB, serta wajib menutup rapi muatannya.

“Aksi ini kami lakukan berdasarkan hasil rapat kemarin, truk batu bara harus melintas setelah pukul 7 malam dan harus menutup rapi muatannya dengan terpal,” kata Nitravianto, salah satu pemuda yang ikut dalam aksi.

Selanjutnya, Pemberitahuan ini juga sudah diberitahukan dalam bentuk spanduk yang dipasang pada jembatan Muarokumpeh. Mereka berharap tidak ada lagi truk batu bara yang membandel dan melintas saat siang hari.

“Ada beberapa poin yang ditekankan dalam keputusan tersebut. Selain jam melintas, kami juga meminta pengusaha batu bara untuk bisa melakukan penyiraman di jalan, dan juga melakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan akibat dampak dari debu batu bara,” jelasnya.

Dengan begitu, pemberhentian truk batu bara tersebut dengan cara baik-baik. Aksi ini mereka lakukan secara damai dan tanpa tindakan anarki. (red)

Sumber Artikel : Serujambi.com

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement