Friday, 20 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Personil Polres Tebo dan Polsek Tebo Ulu terus memburu keberadaan DK (22) warga desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu, tersangka pembunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia 8 bulan.

Dari keterangan AD saksi yang juga warga desa setempat, DK suka mabuk lem atau mabuk dengan cara menghirup lem aibon agar bisa fly.

Bahkan, sebelum membunuh anak kandungnya sendiri, Tsk masih sempat ngelem (menghirup lem aibon dengan hidung). “Keseharian Tsk kerjanya hanya ngelem, “kata
Kapolsek Tebo Ulu,  AD pada PORTALTEBO.com, Jumat (20/07/2018).

Dia menjelaskan, sehari sebelum insiden terjadi, tampak DK dan istrinya cekcok. Cekcok tersebut akibat sang istri melarang Tsk agar tidak ngelem lagi.

Mendapat larang dari istrinya, DK langsung marah. Tidak sampai disitu, DK ngamuk dan menyobek-nyobek pakaian istrinya. “Tsk marah dan ribut sama istrinya, “kata AD yang mejelaskan bahwa pada sore harinya melihat Tsk membawa korban keluar.

Sekitar pukul 21.00 Wib, lanjut AD, Tsk mendatangi rumahnya, namun tidak lagi bersama korban. Tsk sempat menjelaskan kalau dia bakal masuk penjara. “Waktu itu badan Tsk selalu gemetaran. Ditanya mengapa gemetaran, Tsk tidak menjawab. Dia (Tsk)  hanya bilang akan masuk penjara,”jelas dia.

Dia juga mengatakan bahwa malam itu badan Tsk bauk anyir yang sangat menyengat. Bauk tersebut diduga bauk darah.

“Karena sudah malam, jadi saya tidak begitu memperhatikan pakaian Tsk apakah ada bercak darah atau tidak. Yang jelas keterangan saksi menyatakan badan Tsk bauk amis,”katanya.

Kesukaan Tsk mabuk lem ini juga dikatakan pemilik warung di simpang tiga desa Jambu. Dia ini mengaku takut jika melihat Tsk ngelem. “Benci nian kalo sudah liat dia ngelem. Tapi lebih banyak takutnya, “singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang ayah di desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, diduga tega menggorok atau menyembelih leher anaknya sendiri hingga meninggal dunia. Korban diketahui bernama Rifki, balita yang baru berusia 8 bulan.

Korban diduga digorok oleh ayah kandungnya dengan mengunakan gunting. Usai mengorok korban, pelaku yang berinisial DS (22) meninggalkan jasad anak kandungnya itu di semak-semak di Dusun III desa tersebut.

Pembunuh super tega ini terungkap pada Jumat (20/07/2018) oleh Sabro alias Dajal warga desa Jambu. Saat itu, sekitar pukul 07.00 Wib, orang yang pertama kali menemukan jasad korban ini hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet.

Namun, saat melintas jalan setapak menuju ke kebun karetnya, Sabro melihat ada seorang bayi laki-laki dengan posisi telentang di pinggir jalan setapak. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dan dikerumuni semut.

Korban meninggal akibat luka menganga pada bagian leher yang diduga akibat digorok atau disembelih.

Temuan jasad balita ini langsung dilaporkan Sabro kepada warga lain. Kontan saja, warga berdatangan ke Tkp untuk melihat langsung kondisi jasad balita yang ditemukan tersebut.

Tidak tega melihat kondisi korban yang sudah meninggal dunia dan dikerumuni semut, warga langsung membawa jasad korban ke Puskesmas Pulau Temiang. Warga juga langsung menghubungi pihak kepolisian terdekat. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement