Sunday, 29 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Pekerjaan Rehabilitasi Turap Kecamatan Tebo Tengah, mulai menuai sorotan. Pasalnya, ada beberapa item pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi pekerjaan.

“Lihat saja hasil pekerjaan cor lantai dasar yang baru selesai dikerjakan. Seperti banyak pasirnya ketimbang semen, “ujar warga setempat yang tidak mau namanya disebutkan.

Tidak itu saja, proyek senilai Rp 16 milyar lebih tersebut diduga dikerjakan tampa mengunakan cor beton ready mix, namun hanya mengunakan cor dengan mesin molen.

Hal ini diakui oleh Ilky Repelita,.ST, KIP Inspektor pekerjaan proyek tersebut dari PT. Rama Konsultan. Dia mengaku sudah menyurati pihak rekanan terkait pengunaan ready mix pada pengecoran proyek turap itu. Namun, kata dia, pihak rekanan tetap menggunakan cor dengan mesin molen.

“Sudah pernah kita surati rekanan agar menggunakan ready mix, tapi rekanan tetap menggunakan molen, “ujar dia yang juga mengatakan jika surat tersebut ditembuskan ke PPTK, KPA dan Kepala BPBD Tebo.

“Rekanan berjanji pada akhir pengecoran akan mengunakan ready mix, “kata dia lagi.

Disinggung terkait kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang diduga tidak digunakan oleh para pekerja proyek tersebut, “Seharusnya pekerja mengunakan K3, tapi fakta dilapangan tidak ada pekerja yang mengunakan K3, “ucap dia.

Terkait hal ini, Hari Sugiarto Kepala BPBD Tebo saat dihubungi PORTALTEBO.com via telepon belum tersambung.

Diketahui, proyek Rehabilitasi Turap Kecamatan Tebo Tengah ini dukerjakan oleh PT Rudi Agung Laksana dengan anggaran Rp 16 Miliar lebih dari satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana. (red)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement