Wednesday, 18 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Kasus Tindak Pidana Korupsi Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo, dalam pembangunan kontruksi embung di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, tahun 2015 lalu masuk tahap II.

Dikutip dari Serujambi.com,Direktorat Tindak Pidana Korupsi Polda Jambi telah melengkapi berkas tahap 2 untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Rabu (18/7/2018).

Berdasarkan penyelidikan serta penyidikan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi, dalam kasus korupsi tersebut mendapati 4 orang tersangka yakni Ir Sarjono Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan selaku pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Faisal Utama kuasa Direktur CV Persada Antar Nusa merupakan kontraktor.

Kemudian, Kembar Nainggolan Kabid Sarana Prasarana Pejabat Pelaksana Teknis, Jonaita Nasir pihak rekanan yang memiliki proyek pembuatan embung tersebut.

Kapolda Jambi Irjend Pol Drs Muchlis melalui Kasubdit 3 Reskrimsus Polda Jambi, Ade Dirma SH MH saat konfrensi pers mengatakan, bahwa berdasarkan hasil temuan oleh BPK RI wilayah Jambi dalam pembangunan kontruksi embung ditemukan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar.

Dijelaskan, dalam pengerjaan proyek tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemeterian Pertanian RI sebesar Rp 1.620.669.000,- dengan pemenang proyek CV Persada Antar Nusa.

“Proyek embung ini harusnya bermanfaat untuk masyarakat, namun dari tahun 2015 hingga 2017 proyek tersebut tidak ada manfaat untuk masyarakat bahkan konstruksi embung tersebut telah roboh,” tegas AKBP Ade Dirma.

Lanjutnya, para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.” tandasnya. (red)

Sumber Artikel : Serujambi.com

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement