Tuesday, 10 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Sejumlah warga Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Selasa pagi (10/07/2018), geruduk kantor Bupati Tebo untuk melakukan aksi damai terkait persoalan di desa mereka. Tiba di kantor Bupati Tebo, rombongan warga ini langsung menggelar orasi menyampaikan aspirasinya.

Usai orasi, lima orang perwakilan dari warga melakukan mediasi di ruang rapat Sekda Tebo. Mediasi ini dipimpin langsung oleh Setiyoko Sekretariat Inspektorat Tebo.

Saat mediasi, warga kembali menyampaikan aspirasinya. Warga minta agar anggota BUMDes yang dipilih tanpa musyawarah dengan masyarakat desa Tuo Sumay, dibubarkan.

Warga juga menyampaikan setiap kegiatan di desa harus transparan dan melalui musyawarah desa. Tujuannya agar apa yang dilakukan tidak menimbulkan kecurigaan.

Warga juga minta dilakukan audit penggunaan DD dari tahun 2015 hingga 2017. “Menurut dugaan kami masyarakat desa Tuo Sumay banyak yang tidak sesuai dengan laporan SPJ ke Inspektorat dan DPMD Tebo,” kata Mustafa Kamal Sekretaris BPD Tuo Sumay, Kecamatan Sumay.

Menanggapi hal ini, Setiyoko berjanji akan menyampaikan aspirasi warga tersebut ke atasannya dalam hal ini Bupati Tebo dan DPRD Tebo. “Hari ini juga tuntutan ini langsung kita sampaikan ke bapak bupati, “kata Setiyoko dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Dikatakannya, saat ini Bupati dan Sekda Tebo beserta pejabat lainnya tengah melakukan kegiatan TMMD di Tebo Ulu. “Jadi kami tidak bisa menjawab tuntutan warga. Yang jelas apa yang disampaikan oleh warga hari ini, akan kami sampaikan ke atasan, “singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, saat orasi di kantor Bupati Tebo, sejumlah warga desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay mengungkapkan bahwa, ketek penyeberangan yang dibeli Kades Tuo Sumay untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah ketek bekas.

“Penyeberangan yang dibeli Kades untuk BUMDes adalah bekas. Sementara sesuai aturan yang kami tahu, seharusnya dibuat baru, “kata Mustafa Kamal Sekretaris BPD Tuo Sumay, Kecamatan Sumay.

Sekretaris Gerakan Peduli Desa ini juga mengungkapkan bahwa, pemilihan anggota pengurus BUMDes serat dengan nepotisme. “Anggota BUMDes adik beradik dan anak Kades,”kata Mustafa lagi.

Menurut dia, usaha penyeberangan sangat tidak tepat untuk dijadikan BUMDes di desa Tuo Sumay. “Ini adalah usaha penyeberangan yang tidak memiliki penumpang. Sedangkan penyeberangan milik pribadi saja tidak ada penumpang, apalagi milik desa, “tegas dia.

Untuk itu, warga minta kepada DPRD dan inspektorat Tebo segera melakukan audit pengunaan, pengalokasian dan pembelanjaan DD Tuo Sumay. “Kita minta DD dsri tahun 2015 sampai tahun 2017 diaudit semuanya, “pinta dia. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement