Saturday, 21 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Polres Tebo berhasil meringkus DK (22) tersangka (Tsk) pelaku pembunuh balita di Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jumat (20/07/2018).

Tsk tidak lain adalah ayah kandung korban yang tega mengorok atau menyembelih leher anaknya Rifki (8 bulan), hanya karena kesal kepada NN istrinya yang juga ibu kandung korban. Kekesalan itulah yang dilampiaskan ke anaknya.

“Kesal karena bini (istri,red) bilang saya anak ka… ..ng, “ujar DK dikonfirmasi pasca diringkus tim Sultan Polres Tebo, di rumah keluarganya di Dusun Ladang Panjang, Desa Sarimulya, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, sekitar pukul 18.34 Wib, Jumat (20/07/2018).

Diakui Tsk, dia membunuh anak kandungnya tersebut pada Kamis sore (19/07/2018) sekitar pukul 18.00 Wib.

Sebelum mengorok leher anaknya yang masih balita itu, dia juga mengaku ngelem atau mabuk lem dengan cara dihirup, “Ngelem aibon merek dragon,”ujarnya.

Tsk menjelaskan bahwa, setelah membunuh korban, dia kabur kedalam kebun menuju rumah keluarganya di Desa Sarimulya.

Saat ditanya apakah menyesal telah membunuh anak kandungnya, “Ya5aya menyesal telah membunuh anak saya sendiri, “tutupnya.

Tim Sultan Polres Tebo berhasil ringkus tersangka (Tsk) pelaku pembunuh balita usia 8 bulan di Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu.

Tsk yang tidak lain adalah bapak kandung korban, diringkus Tim Sultan di rumah keluarganya di Dusun Ladang Panjang, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Rimbo Ilir, sekitar pukul 18.34 Wib.

Sebelumnya, Jumat pagi (19/07/2018) ekitar pukul 07.00 Wib, warga desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, dihebohkan dengan penemuan jasad balita dalam kondisi luka sobek pada bagian leher.

Korban yang diketahui bernama Rifki (8 bilan) ini, diduga sengaja dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri dengan cara digorok atau disembelih dengan gunting.

Pembunuh super tega ini terungkap sekitar pukul sekitar pukul 07.00 Wib oleh Sabro alias Dajal warga desa Jambu.

Saat itu,, orang yang pertama kali menemukan jasad korban ini hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet.

Namun, saat melintasi jalan setapak menuju ke kebun karetnya, Sabro melihat ada seorang bayi laki-laki dengan posisi telentang di pinggir jalan setapak. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dan dikerumuni semut.

Temuan jasad balita ini langsung dilaporkan Sabro kepada warga lain. Kontan saja, warga berdatangan ke Tkp untuk melihat langsung kondisi jasad balita yang ditemukan tersebut.

Tidak tega melihat kondisi korban yang sudah meninggal dunia dan dikerumuni semut, warga langsung membawa jasad korban ke Puskesmas Pulau Temiang. Warga juga langsung menghubungi pihak kepolisian terdekat. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement