Tuesday, 24 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Pasca hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, harga daging ayam potong yang tembus hingga menyentuh angka Rp 45 ribu per kilogram membuat para pedagang ayam di Pasar Sarinah, Kecamatan Rimbo Bujang, mengeluhkan karene omset mereka menurun hingga 50 persen.

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.com, untuk ayam ukuran kecil yang masih berusia seminggu, harganya Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per potong (ukuran kurang dari 1 kg). Untuk ayam potong berukuran sedang yang berusia sebulan lebih, harganya mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu per potong (ukuran 1,2 kg).

Herman (26), pedagang ayam yang sudah 3 tahun berjualan di Pasar Sarinah mengatakan, jika kenaikan harga daging ayam ini terjadi sesudah lebaran, "Pas puasa dan sebelum lebaran memang harganya naik tapi masih wajar, kalau ini kemungkinan karena stoknya sudah mulai sedikit," ujar herman saat memotong ayam pesanan pelanggan di Los sayur terbuka di Pasar Sarinah Kec Rimbo Bujang, Selasa (19/8/2018).

Herman mengatakan, biasanya kenaikan harga ini paling lama satu minggu, setelah itu stabil lagi. “Tapi ini harganya terus naik,”kata pria asal Rimbo Bujang ini.

Dia mengaku jika mengambil stok daging ayam potong dari pengusaha peternakan ayam dengan harga yang cukup mahal. Dengan begitu, darinya tidak bisa lagi mengambil untung lebih dari biasanya.

"Sekarang persentase keuntungannya makin kecil, kita juga gak berani menaikkan harga terlalu tinggi karena harga bergerak sedikit saja, omset bisa semakin turun," tambah Herman.

Herman berharap kepada pemerintah agar mencari solusi supaya harga daging ayam kembali stabil.

"Memang ada kenaikan harga pakan, tapi kenaikannya tidak signifikan, tolonglah pemerintah bertindak tegas terhadap para pemain di balik layar kenaikan harga ayam potong, jangan hanya segelintir orang saja yang diuntungkan, kita para pedagang juga butuh keuntungan untuk kehidupan kami," keluhnya.

Kenaikan harga ayam potong ini juga diutarakan oleh Dimas Bayu (26) pedagang Pecel Ayam & Lele Tenda Rehana di pinggir jalan Pahlawan Pasar Sarinah Rimbo Bujang. Dia mengaku sangat merugi omset pendapatan.

"Kita mau mengurangi porsi dan menaikkan harga jelas mustahil, mau tidak mau kita tetap harga setabil hanya ambil untuk kecil saja sudah syukur," kata Bayu.

Pada hari biasa dan harga masih normal, dalam sehari Bayu mengaku biasa membeli 20 ekor ayam untuk berjualan dari sore hingga dini hari.

Namun,kata dia, sejak harga ayam naik, ia terpaksa mengurangi pembelian menjadi 15 ekor ayam saja."Masalahnya kalau kita beli terlalu banyak, sedangkan pelanggan sekarang malah bertambah sepi, yang ada kami merugi, jadi lebih baik ayam langsung hari itu sekali habis dibandingkan sisa," jelasnya.

Pantuan media ini di lapangan, sejumlah ibu rumah tangga nampak mendatangi lapak para pedagang ayam dan terlibat tawar-menawar dan argumentasi penyebab kenaikan harga daging ayam.

Harga ayam potong yang dijual Rp 40 ribu ditawar hingga harga Rp 30 ribu, kebanyakan para ibu rumah tangga itu akhirnya memilih tidak jadi membeli daging ayam potong karena pedagang ayam tetap bertahan dengan harga yang ia tawarkan. (red)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement