Wednesday, 4 July 2018

author photo
Perwakilan warga SAD desa tanah Garo Kecamatan Muara Tabir saat mendatangi kantor DPMD Tebo untuk menuntut pemilhan ulang 
PORTALTEBO.com - Persoalan pemilihan kepala desa (Pilkades) Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, beberapa hari yang lalu, membuat ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) Makekal, desa Tanah Garo ancam boikot pemilu tahun 2019. Hal ini disampaikan langsung oleh Temenggung Ngadap, pimpinan SAD Makekal, Rabu (04/07/2018).

“Kami kecewa dengan kinerja panitia Pilkades. Masa kami jauh-jauh dari dalam (Rimba) untuk bisa ikut memilih pemimpin kami (Kades), tapi tidak bisa ikut milih. Artinya kami tidak dianggap ada, “kata Temenggung Ngadap usai mendatangi kantor Bupati dan kantor DPMD Tebo untuk menuntut hak suara warganya.

Diceritakan Temenggung, setiap pelaksanaan pesta demokrasi baik itu pemilihan presiden, gubernur, bupati maupun legislatif, warganya selalu dapat menggunakan hak suaranya.

Namun, lanjut dia, pada Pilkades yang dilaksanakan pada Sabtu kemarin (30/06/2018), ratusan warganya tidak bisa memilih dengan alasan waktu pemilihan terbatas. Padahal, kata Temenggung, tiga hari sebelum Pilkades warganya sudah berkumpul untuk bisa ikut pemilihan.

“Kita sudah semangat untuk ikut memilih dan menetukan siapa pemimpin kita. Jauh-jauh kita datang ke tempat pemilihan, tapi malah ndak bisa milih karena waktunya terbatas, “jelas dia.

Diketahui, lanjut Temenggung menjelaskan, sedikitnya ada sekitar 400 mata pilih warga SAD yang berada di desa Tanah Garo. Karena tidak mendapat undangan pemungutan suara pada Pilkades kemarin, kata dia, hanya separoh atau sekitar 200 warga SAD yang datang ke lokasi atau tempat pemungutan suara.

Sayangnya, ungkap Temenggung, sekitar pukul 12.00 Wib warganya mengumpulkan KTP dan KK agar tetap bisa mengunakan hak suaranya. “Warga saya sudah mengumpulkan KTP dan KK kepada panitia. Tapi tetap saja tidak bisa memilih. Alasan panitia waktunya tidak cukup. Sekitar 200 orang warga SAD yang hadir dan ingin ikut memilih, tidak sampai 100 orang yang bisa menggunakan hak suaranya, “jelas Temenggung.

Untuk itu, Temenggung Ngadap minta kepada panitia Pilkades agar melaksanakan pemilihan susulan khusus untuk warga SAD di Tanah Garo. “Kalau panita tidak melaksanakan pemilihan susulan, tahun 2019 nanti kami tidak akan ikut pemilihan,”tegasnya mengakhiri. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement