Thursday, 19 July 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Warga desa Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir, Kamis (19/07/2018), melaporkan soal dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap pengurusan sertifikat prona di desa tersebut.

Laporan yang ditujukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo tersebut, diantar diantar langsung oleh perwakilan warga ke kantor Kejari Tebo sekitar pukul 11.20 Wib.

Dalam laporan tersebut diduga telah terjadi pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh tim pengurus sertifikat prona desa Embacang Gedang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo tahun 2016-2017.

Adapun nama-nama tim pengurus sertifikat prona desa Embacang Gedang adalah BH alias RB dan HR oknum anggota BPD.

Dalam laporan tersebut dirincikan bahwa, untuk pembuatan sertifikat perumahan tahun 2016 dipungut biaya Rp.900 ribu per sertifikat, sertifikat perkebunan tahun 2016 dipungut biaya sebesar Rp.1,2 juta per sertifikat, dan pembuatan sertifikat perubahan dan perkebunan tahun 2017 dipungut biaya sebesar Rp.350 ribu sampai Rp.400 ribu per sertifikat.

“Sampai sekarang masih ada sertifikat yang ditahan oleh tim pengurus desa, karena masyarakat banyak yang tidak mampu membayar biaya sertifikat tersebut, “ujar Muhammad salah seorang warga desa Embacang Gedang pada PORTALTEBO.com.

Didampingi Herman yang juga warga desa Embacang Gedang, Muhammad minta kepada pihak Kejari Tebo agar memeriksa tim desa Embacang Gedang yang telah melakukan Pungli pembuatan sertifikat prona tahun 2016-2017.

“Laporannya sudah kita layangkan ke Kejari Tebo, dan kita tembuskan kebeberapa pihak terkait, termasuk ke Presiden RI, “tutupnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement