Monday, 2 July 2018

author photo
Ilustrasi/NET
PORTALTEBO.com - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tebo usai digelar pada Sabtu (30/06/2018).

Meski pelaksanaan Pilkades ini mendapat pantauan langsung dari Forkompinda dan pihak-pihak terkait, namun masih dijumpai sejumlah keteledoran yang dilakukan oleh pelaksana Pilkades.

Seperti yang terjadi di desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir. Ada sejumlah keteledoran dari pihak panitia yang membuat dua dari empat calon kepala desa (Cakades) merasa dirugikan.

Keteledoran tersebut diantaranya, panita tidak melaksanakan sosialisasi atau peraga Pilkades. Akibatnya, ada sebanyak 138 lembar kertas surat suara tidak sah.

Selanjutnya, orang sakit tidak diikutsertakan dalam pemilihan dan orang yang tidak terdaftar dalam PPT tidak bisa memilih mengunakan identitas KTP atau KK.

Kemudian, panitia membatasi waktu pemilihan yang mengakibatkan banyak masyarakat tidak bisa memilih. Panitia juga tidak memakai lembaran DPT dalam pemilihan, tapi semata-mata memakai surat undangan

Untuk DPT Suku Anak Dalam (SAD) yang digunakan oleh panitia adalah data Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu.

“Pemilih yang namanya terdaftar di DPT, namun tidak mendapat surat undangan. Mereka tidak boleh ikut memilih. Padahal mereka memiliki TKP. Alasan panitia waktunya sudah habis, “ungkap Sumardi salah satu tim pemenangan Cakades Tanah Garo, Senin (02/06/2018).

“Juga kami temukan saksi yang menandatangani berita acara berbeda dengan saksi yang bertugas di lokasi TPS,”kata dia lagi.

Keteledoran pihak panitia ini dibenarkan oleh Aswardi, juga tim pemenangan Cakades Tanah Garo. Atas keteledoran panitia tersebut, dia mengaku akan melakukan gugatan. “Hari ini kita layangkan gugatan ke BPD Tanah Garo. Kalo tidak ditanggapi, kami akan melakukan gugatan ke DPMD, “singkatnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement