Sunday, 10 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Kasus dugaan mark up anggaran pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), menemukan fakta baru.

Salah seorang bendahara desa kepada PORTALTEBO.com mengungkap bahwa, pembayaran dana LPJU tahun 2017 itu, melalui Dinas Pemerintah Masyarakat Desa (PMD).

“Kita bayar melalui YD pegawai di Dinas PMD, “ujar bendahara ini yang mengaku telah memberikan keterangan kepada tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Diakui bendahara ini, jika pengadaan LPJU memang masuk dalam RPMDes. Namun, kata dia, soal pengadaan dan hingga pembayaran LPJU melalui Dinas PMD. “Kelalui salah satu staf dibidang pemerintahan desa. Ya, bayarnya ke YD tadi, “ungkapnya lagi.

Terkait fakta ini, Efan Apturedi Kasi Pidsus Kejari Tebo saat dikonfirmasi tak banyak memberikan penjelasan, “Silahkan pantau saja perkembanganya. Kasus ini masih dalam penyelidikan, jadi belum bisa memberi penjelasan resmi, “singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan para saksi kasus dugaan mark up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2017 dari dana desa, terus didalami oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Sedikitnya, tim penyidik Kejari Tebo telah memanggil 66 orang perangkat desa yang terdiri dari kepala desa dan bendahara desa.

Dari 66 orang tersebut, ada 17 orang yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan dari tim penyidik. Mungkirnya 17 orang perangkat desa itu tanpa keterangan yang jelas.

Pantauan PORTALTEBO.com, pada Selasa (22/05/2018), tim penyidik Kejari Tebo memanggil 6 orang kades namun hanya 5 kades yang memenuhi panggilan tersebut.

Kemudian, pada Senin (04/06/2018), tim penyidik kembali memanggil 20 orang perangkat desa diantara, 10 orang kepada desa dan 10 orang bendahara desa. Dari pemanggilan ini, 3 orang kades dan 3 orang bendahara desa tidak hadir.

Selanjutnya, Selasa (05/06/2018), tim penyidik kembali memanggil 20 orang perangkap desa. Pada pemanggilan ini, semuanya hadir.

Dan pada Rabu (06/06/2018), dari 20 orang perangkat desa yang dipanggil, separuhnya atau hanya 10 orang yang memenuhi panggilan tersebut.

Dari data diatas, ada 17 orang kades dan bendahara desa yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Tebo. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement