Saturday, 2 June 2018

author photo
PORTALTEBO - Kisruh penguasaan tanah Fasilitas Umum (Fasum) di Desa Suka Damai Kecamatan Rimbo Ulu, Tebo hingga kini masih memanas. Warga menuding, Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Damai, Marban banyak menguasai tanah Fasum milik Pmerintah Kabupaten Tebo tersebut.

Jum’at (1/6/2018) portaltebo.com menyambangi kediaman Sekdes Marban yang berada di Unit 9 Desa Suka Damai, Rimbo Ulu. Kepada portaltebo.com, Sekdes Marban mengakui menguasai tanah Fasum yang ada di Desa Suka Damai.

“Benar, tapi sesuai dengan aturan, bagi yang menguasai tanah Fasum harus membayar royalti untuk desa sebesar Rp 1.200.000 untuk 1 hektar pertahun dan kewajiban itu selalu saya lakukan,”terang Suami dari anggota DPRD Tebo fraksi Golkar.

Sekdes Marban juga menerangkan, bukan hanya dirinya yang memanfaatkan tanah Fasum yang luasnya berkisar 70 hektar, tapi hampir semua warga Suka Damai juga memanfaatkan tanah milik Pemkab Tebo itu.

“Saya hanya memanfaatkan seperempat hektar didepan lokasi MTQ, sisanya kebun karet yang luas itu bukan punya saya melainkan punya orang lain,”jelas Marban.

Marban menambahkan, penguasaan tanah fasum itu dibolehkan, asalkan membayar royalti untuk desa, tidak diperkenankan ekspansi, dan jika suatu saat diambil Pemkab Tebo tidak akan menuntut ganti rugi.

"Aturan itu disepakati oleh semua warga Suka Damai,"pungkas Marban.

Senin, 28/5/2018, puluhan warga Desa Suka Damai menggelar aksi memprotes pemindahan sepihak lokasi pembangunan Masjid Agung Mini di Kecamatan Rimbo Ulu, Tebo. Warga menuding pemindahan sepihak itu ada campur tangan Sekdes Marban.

Hasil kesepakatan dan rapat antara perangkat desa dengan warga, pembangunan Islamic Center atau masjid agung mini tersebut lokasinya dilahan fasum yang kini sudah menjadi kebun karet diduga milik Marban.(P05)


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement