Wednesday, 6 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Lelang proyek DAM dan Irigasi di desa Semabu Kecamatan Tebo Tengah, tahun 2018 ini sudah diumumkan pemenangnya.

Sayangnya, hingga saat ini pekerjaan proyek tersebut belum dilaksanakan. Pasalnya, proyek bernilai milyaran rupiah tersebut belum diterbitkan kontrak kerjanya oleh Dinas PUPR Tebo.

Alasan Dinas PUPR Tebo tidak menerbitkan kontrak kerja proyek tersebut, karena belum menerima berkas hasil lelang dari pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tebo.

“Sampai sekarang, kita belum menerima berkas hasil lelang proyek DAM Irigasi dari ULP,”ujar Roni Kabid Pengairan Dinas PUPR Tebo beberapa waktu lalu.

Terkait hal ini, Heri Joni Kepala ULP Tebo mengaku sudah menyerahkan berkas lelang proyek tersebut ke Dinas PUPR Tebo.

Dijelaskannya, pada tanggal 7 Mei 2018 lalu, pihaknya telah menerima surat hasil lelang dari Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi.

Kemudian, lanjut dia, pada hari berikutnya, yakni tanggal 8 Mei 2018, pihaknya menyerahkan hasil lelang tersebut kepada PPK SDA PUPR Tebo. “Jadi hasil lelangnya sudah kita serahkan ke Dinas PUPR. Kenapa belum dibuat kontraknya, silahkan tanya langsung ke Dinas PUPR, “katanya.

Diberitakan sebelumnya, Roni Kabid Pengairan Dinas PUPR Tebo saat dikonfirmasi media ini membenarkan jika sudah ada pemenang lelang proyek tersebut. Namun, dirinya mengaku belum menerima berkas atau dokumen hasil lelang dari pihak panitia lelang.

“Jadi saya belum bisa membuat kontrak kerjanya karena sampai dokumen lelangnya belum saya terima, “ujar Rani diruang kantornya, Senin (15/05/2018).

Roni menjelaskan jika sebelum membuat kontrak kerja dirinya harus mengoreksi dokumen hasil lelang proyek tersebut. “Jika semua sudah pas, baru kita keluarkan surat perintah kerjanya (SPK), “kata Roni lagi.

Kembali dijelaskan Roni jika proyek DI desa Semabu tersebut merupakan proyek lanjutan yang dikerjakan pada tahun 2017 kemarin. “Ini pekerjaan lanjutan,”tutupnya.

Informasi yang dirangkum media ini, lelang proyek DAM dan Irigasi di desa Semabu Kecamatan Tebo Tengah ini sempat menjadi omongan hangat dikalangan para rekanan. Sebab, diduga salah satu pihak rekanan yang digugurkan oleh panitia lelang tidak terima atas hasil lelang tersebut.

Tidak itu saja, hasil lelang proyek ini juga sempat viral dimedia sosial (medsos). Pasalnya, salah satu warganet menyebutkan ada kejanggalan yang dilakukan panitia yakni, Pokja menggugurkan penawaran karena dokumen pada surat penawaran tidak memakai kop surat. Warganet ini menjelaskan jika kop surat bukan kesalahan substansial. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement