Friday, 1 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti melalui Kepala Pusat Studi Kebudiluhuran (PSBL) Universitas Budi Luhur (UBL), Dr. Yusran, Kamis (31/05/2018), survei pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Sungai Bungin, desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi.

Dr. Yusran ke pemukiman SAD bersama Mahfud dari Yayasan Lakuluhur Nusantara dan didampingi oleh Oktaviandi Mukhlis pendamping SAD Tebo.
Kedatangan rombongan ini langsung disambut oleh warga SAD dibawah pimpinan Temenggung Apung dan Temenggung Tupang Besak, di kediaman Temenggung Apug.

Pada kesempatan itu, warga SAD melalui Temenggung Apung menyampaikan beberapa persoalan dan yang saat ini tengah dihadapi oleh warganya.
Persoalan yang dianggap urgen, bilang Apung, adalah terkait kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, Apung juga menyampaikan bahwa anak-anak mereka saat ini butuh pendidikan. Pasalnya, dari sekitar 30 orang anak yang ada dikelompok mereka, hanya beberapa anak saja yang bisa menulis dan membaca. “kalau sekrang kondisinya boleh dibilang tidak ada guru. Jadi anak-anak kami ndak bisa belajar,”kata Apung.

“Kami ndak mau anak kami bodoh seperti kami. Jadi kami memang berharap ada guru yang benar-benar fokus mengajar anak kami jadi pintar. Soalnya, guru yang ada sekarang ini, sehari datang dua atau tiga minggu kedepan belum tentu datang lagi, “ujar Apung lagi.
Sementara, Temenggung Tupang Besak menyampaikan jika kelompoknya saat ini butuh lahan untuk bertani.

Menurut dia, untuk menggantungkan hidup dari hasil melangun (hidup berpindah-pidah) sudah tidak memungkinkan sekali. Pasalnya, hutan yang ada saat ini sudah sangat sempit.

“Kalo dulu hutan kita luas. Hasilnya pun banyak. Kalo sekarang, hutan sudah semakin sempit. Soalnya banyak perusahaan yang membuka lahan dengan skala luas. Ditambah lagi dengan para perambah dan lainnya,”jelas Tupang.

“Jadi kami memang butuh lahan untuk bertani, agar kami bisa bertahan hidup dsri hasil pertanian. Kalo lahan yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan untuk bertani, “keluhnya.

Menanggapi hal ini, Dr. Yusran,Kepala Pusat Studi Kebudiluhuran (PSBL) Universitas Budi Luhur mengatakan, dirinya sengaja datang ke Tebo untuk menjalankan program Pendidikan Nasional dsri Universitas Budi Luhur.

Program tersebut, jelas dia, adalah mencari warga suku terasing daei Sabang sampai Maroke untuk diberikan beasiswa full dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.


“Salah satunya adalah warga Suku Anak Dalam (SAD) Tebo, Jambi, “kata dia.
Sementara, lanjutnya, kedatangan dirinya ke pemukiman SAD Sungai Dahan Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, untuk melakukan survei terkait akan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) mahasiswa UBL.

“Hari ini kita sengaja survei lokasi. Mana tahu tahun depan nanti kita bisa menepatkan mahasiswa kita Kukerta disini, “ucapnya.

Diketahui, atas kordinasi Teguh Suhendro Kajari Tebo dengan Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, dua orang warga SAD Tebo berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Budi Luhur.

Dengan syarat, dua orang warga tersebut harus sudah lulus pendidikan SMA. “Dua orang warga SAD ini nantinya akan mendapat beasiswa full dari kita. Mulai dari transportasi, penginapan, uang kuliah dan uang saku. Semua kita tanggung, “tutupnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement