Thursday, 7 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Lantaran potensi hasil dan nilai yang didapatkan lebih menjanjikan, kini para petani karet di Desa Ulak Banjir Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, mulai beralih ke komoditi sawit. Hal ini dikatakan langsung oleh Sap salah seorang petani di desa tersebut.

“Kalo persentase memang masih kecil, sekitar 5 persen lah, “ujar petani paroh baya ini, Kamis (07/06/2018).

Dijelaskannya, jika saat ini harga komoditi getah karet mengalami stagnan. “Dari dulu-dulu harganya segitu-gitu saja. Paling mahal Rp.7.500 per kilo. Kalaupun harganya naik paling menjadi Rp 7.700 ribu per kilo, “ungkapnya.

Dibandingkan dengan harga sembako sekarang ini, lanjut dia, sudah tidak sebanding dengan harga getah karet tersebut. “Jadi wajar saja ada yang mengantikan kebut karetnya dengan kelapa sawit, “bilangnya sambil berharap harga komoditi karet bisa naik kembali. (p15)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement