Thursday, 7 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Pemeriksaan para saksi kasus dugaan mark up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2017 dari dana desa, terus didalami oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Pantauan PORTALTEBO.com, sedikitnya, tim penyidik Kejari Tebo telah memanggil 66 orang perangkat desa yang terdiri dari kepala desa dan bendahara desa.

Dari 66 orang tersebut, ada 17 orang yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan dari tim penyidik. Mungkirnya 17 orang perangkat desa itu tanpa keterangan yang jelas.

Hal ini dibenarkan oleh Efan Apturedi Kasi Pidsus Kejari Tebo. Namun dirinya mengaku tidak tahu apa penyebab perangkat desa tersebut mangkir dari panggilan.

“Hari ini ada 20 orang dari 10 desa yang kita panggil untuk dimintai keterangan. Namun hanya 10 orang yang memenuhi panggilan, “ujar Efan saat dikonfirmasi PORTALTEBO.com, Rabu (06/06/2018).

“Kita tidak tahu juga mengapa mereka tidak hadir. Bisa saja surat pemanggilan yang kita layangkan tidak sampai kepada mereka, atau ada hal lain yang membuat mereka berhalangan untuk memenuhi panggilan kita, “kata Efan.

Sebelumnya, pada Selasa (22/05/2018), tim penyidik Kejari Tebo memanggil 6 orang kades namun hanya 5 kades yang memenuhi panggilan tersebut.

Kemudian, pada Senin (04/06/2018), tim penyidik kembali memanggil 20 orang perangkat desa diantara, 10 orang kepada desa dan 10 orang bendahara desa. Dari pemanggilan ini, 3 orang kades dan 3 orang bendahara desa tidak hadir.

Kemudian, Selasa (05/06/2018), tim penyidik kembali memanggil 20 orang perangkap desa. Pada pemanggilan ini, semuanya hadir.

Dan hari ini, Rabu (06/06/2018), dari 20 orang perangkat desa yang dipanggil, separuhnya atau hanya 10 orang yang memenuhi panggilan tersebut.

Dari data diatas, ada 17 orang kades dan bendahara desa yang mangkir atau tidak memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Tebo. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement