Thursday, 7 June 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Dalam beberapa hari ini, belasan warga Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba yang belum diketahui berasal dari kawasan hutan mana, terlihat berkeliaran di sepanjang jalan di Kecamatan Rimbo Bujang.  

Pantauan dilapangan, Kamis (07/06/2018), terlihat warga rimba ini serius menyusuri pinggir jalan aspal di wilayah pasar Sarinah Rimbo Bujang.

Sebagian dsri mereka tampak riang saat meninjakan kaki di aspal tanpa mengunakan alas kaki. Juga terliha anak-anak mereka berlari-lari meski di jalan sedang ramai.

Sayangnya, di balik sifat "cuek" mereka, tindakan yang kurang menyenangkan tetap mereka lakukan, yakni meminta-minta ke setiap rumah, warung dan tempat-tempat usaha yang mereka lewati.

Yang menjadi garda terdepan untuk meminta-minta adalah anak-anak SAD yang berusia 3-5 tahun. Miris memang pemandangan ini, namun tetap saja tindakan mereka tidak disenangi warga.

Pemandangan menarik pun terlihat di pecel lele Tenda Rehana yang beralamat di Jalan Pahlawan seorang SAD perempuan sembari meminta-minta, terlihat sedang menuntun anaknya di genggaman tanggan kirinya.

Menariknya, anak yang diperkirakan baru bisa berjalan beberapa bulan itu tidak menunjukan muka letih. Justru anak tersebut mengikuti perkataan ibunya, "Pak mintak pak, minta,”kata perempuan SAD ini.

Ironisnya lagi, selain menuntun anak, perempuan SAD itu juga menggendong bayi yang diperkirakan baru berusia 10 bulan.

Tidak hanya itu, perempuan SAD itu pun ternyata tengah berbadan dua (hamil). Hal tersebut terlihat dari bentuk tubuh SAD perempuan itu.

Warga yang merasa iba pun tidak sungkan-sungkan memberikan beberapa uang kertas bernominal ribuan. Namun, tanpa disadari ulah SAD itu dirasa juga meresahkan.

Seperti yang diungkapkan Adi Irawan disaat menikmati hidangan berbuka puasa. Dia mengaku merasa terganggu dengan keberadaan puluhan SAD yang datang ke rumah-rumah warga dan meminta-minta.

Yang membuat dirinya jengkel, SAD itu tidak akan pergi sebelum diberikan uang. “Resah jugalah, SAD itu nggak mau pergi sebelum dikasih duit," kata Adi sembari menyantap hidangan.

Lain halnya yang diungkapkan Bayu, pemilik Pecel Lele Tenda Rehana, ketika SAD meminta-minta di warungnya, dirinya langsung memberikan uang dengan harapan SAD itu cepat pergi.

"Kalau dilihat, lama-lama sedih juga, kasian yang anak-anak kecil, nggak pake baju lagi," ungkap Bayu.

Bayu mengungkapkan melalui media ini supaya dinas terkait dapat mengatasi para SAD yang berkeliaran ini “Ini harus segera dicari solusinya agar tidak meresahkan masyarakat, apalagi saat sedang berbuka puasa,”tutupnya. (red)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement