Tuesday, 29 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Aksi demo puluhan warga Desa Suka Damai pada senin (28/5/2018) memprotes pemindahan sepihak lokasi pembangunan Masjid Agung Mini di Kecamatan Rimbo Ulu, Tebo memunculkan banyak isu. Salah satunya adalah adanya dugaan penguasaan tanah fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kabupaten Tebo oleh oknum sekretais desa (sekdes).

Hasil kesepakatan dan rapat antara perangkat desa dengan warga, pembangunan Islamic Center atau masjid agung mini tersebut lokasinya dilahan fasum yang luasnya hampir 2 hektar.

Tanah fasum yang letaknya didepab MTQ tersebut diketahui telah ditanami karet yang diduga adalah milik Sekdes Suka Damai bernama Marban yang notabene adalah suami dari salah satu anggota DPRD Tebo dari fraksi Golkar.

Namun saat pelaksanaannya, lokasi Islamic Center tersebut dipindahkan sepihak kelokasi lain yang akhirnya menjadi polemik hingga puluhan warga menggelar demo.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan DPRD Tebo, Wartono Trian Kusumo meminta dengan tegas agar pihak Pemerintah Kabupaten Tebo segera menindaklanjuti dugaan tersebut, soalnya tanah fasum itu merupakan asset milik Pemkab Tebo.

“Jika ada indikasi menguasai tanah fasum, saya minta Pemkab Tebo segera mengusut tuntas dan secepatnya mengambil tindakan tegas,”ungkap Mas Tono sapaan akrab politisi PDI Perjuangan ini.

Wakil Ketua DPRD Tebo ini juga menegaskan, jika Pemkab Tebo tidak secepatnya mengusut dugaan tersebut,  akan menjadi preseden buruk ke depan.

“Asset daerah harus harus diselamatkan, jika tidak akan bertambah banyak asset daerah yang hilang,"tegas Wartono saat dihubungi wartawan.(P05)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement