Thursday, 31 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Suku Anak Dalam (SAD) dibawah pimpinan Temenggung Bujang Rancak yang berada di desa Sentano Kecamatan VII Koto, mengaku dari tahun 2003 yang lalu sudah mendapat pendampingan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo.

Sayangnya, selama itu pula kelompoknya tidak pernah tersentuh bantuan maupun program dari Pemkab Tebo. Hal ini disampaikan langsung oleh Temenggung Bujang Rancak kepada Teguh Suhendro Kajari Tebo.

“Selama ini kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal kami sudah mendapat pendampingan sejak 2003 lalu, “keluh dia saat menjumpai Teguh Suhendro di kantor Kejari Tebo, Kamis (31/05/2018).

Menurut informasi yang dia terima, selama ini Pemkab Tebo selalu mengadang-gadangkan soal perhatian terhadap keberadaan SAD di Tebo. Mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian dan sebagainya.

“Anak saya sekarang duduk dikelas 2 SMP. Sampai sekarang selembar kertas pun belum pernah dibantu,”ungkap dia.

Untuk itu, Temenggung Bujang Rancak minta kepada Pemkab Tebo segera memperhatikan keberadaan mereka. “Kami butuh perhatian. Baik dibidang pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur. Terutama jalan menuju pemukiman kami di Sentano, “kata dia.

Keluhan Temenggung Bujang Rancak ini langsung ditanggapi oleh Teguh Suhendro Kajari Tebo. Kajari berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada Bupati Tebo. “Itu wewenang Pemkab Tebo. Nanti saya sampaikan, “kata Kajari.

Untuk saat ini, lanjut Kajari, pihaknya tengah memperjuangkan pendidikan untuk warga SAD. Salah satunya memperjuangkan beasiswa kepada warga SAD yang telah menyelesaikan pendidikan SMA.

“Untuk pendidikan, kita sudah berkoordinasi dengan pihak Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti. Alhamdulillah, pihak yayasan respon dan minta 2 orang SAD yang ingin kuliah akan mendapatkan beasiswa. Dan sekarang kita tengah mencari 2 orang tersebut, “jelas Kajari kepada Temenggung Bujang Rancak.

Untuk itu, Kajari minta kepada pendamping maupun warga SAD yang telah lulus atau menyelesaikan pendidikan dijenjang SMA, agar ikut kompetisi untuk mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

“Ini beasiswa full. Semua biaya ditanggung oleh pihak yayasan. Kuliahnya di Universitas Budi Luhur di Jakarta, “tutup Kajari. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement