Sunday, 20 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Selain Waidah, Tri Herawati karyawan PT LUK korban keracunan saat bekerja, juga terpaksa dilarikan ke RSUD STS Tebo. Pasalnya, kondisi fisik korban sangat lemah dan tidak bisa bergerak.

"Jam 11.00 siang tadi kita bawa kesini (RSUD) karena kondis kesehatannya semakin parah,"ungkap Azman orang tua Tri Herawati kepada PORTALTEBO.com saat menunggu anaknya dirawat di ruang atau sal penyakit dalam RSUD STS Tebo, Minggu malam (20/05/2018).

Dijelaskannya, selain kondisi fisik anaknya yang lemah akibat insiden  keracunan tersebut, anaknya juga merasa mual-mual berasa sesak pada bagian dada. "Pagi tadi napas anak saya sangat sesak. Juga berasa mual-mual. Untung saja langsung dirawat dan diberi oksigen. Sekarang kondisinya sudah mendingan, "kata dia.  

Sebelumnya, jelas Azman, anaknya itu dirawat di Puskesmas Mangupeh Kecamatan Tengah Ilir. Saat itu anaknya mengalami pembekakan pada bagian pelipis mata, lemah, mual-mual dan sesak pada bagian dada.

Dikatakan Azman, jika anaknya itu sudah mengeluh keracunan sekitar pukul 10.00 Wib Sabtu malam (19/05/2018). Keluhan itu sudah disampaikan kepada pihak perusahaan, namun tidak diizinkan pulang.

Karena tidak tahan dengan efek keracunan itu, akhirnya anaknya mengambil keputusan pulang tanpa izin dari pihak perusahaan. "Sekitar pukul 03.00 Wib, Minggu dini hari anak saya pulang ke rumah karena sudah tidak tahan lagi. Anak saya pulang diantar kawan sesama kerjanya, "kesal Azman.

Yang dikesalkan Azman lagi, tidak ada kepedulian dari pihak perusahaan terhadap kondisi anaknya tersebut. "Yang bawa anak saya berobat ke Puskesmas Mangupeh, juga saya sendiri. Paginya baru pihak perusahaan jenguk anak saya. Itupun cuma sebentar, "kata dia.

"Anak saya sakit bukannya dibawa ke rumah sakit, malah tidak diizinkan pulang. Itupun anak saya pulang diantar oleh temanya, bukan diantar perusahaan, "ungkapnya lagi.

Diketahui, Waida salah seorang karyawan PT LUK korban keracunan lem kayu, Minggu malam (20/05/2018), sekitar pukul 21.13 Wib, terpaksa dibawa ke RSUD STS Tebo karena kondisi kesehatannya memprihatinkan.
Roni orang tua Waida mengatakan jika kondisi kesehatan anaknya itu semakin memburuk, "Sore tadi pinsan sekitar 1 jam. Tadi, saat perjalanan kemari (RSUD)  juga pinsan,"ungkapnya dengan nada cemas.

Tidak itu saja, lanjut dia, dari mulut anak keempatnya itu juga keluar busa. "Jam empat sore tadi anak saya kumat. Dia mengeluh kedinginan dan pusing, terus muntah-muntah dan langsung keluar busa dari mulut anak saya, "ungkapnya lagi.

"Kemarin kata dokter di Puskesmas Mangupeh kondisi anak saya sudah membaik dan disarankan boleh pulang. Tapi kok sekarang kondisinya tambah parah, makanya kita bawa kemari, "ucapnya.

Roni berharap anaknya ini secepatnya diberi kesembuhan, "Sudah binggung sekali. Mana sekarang bulan puasa dan anak sakit,"keluhnya.

Saat ditanya sejauh mana kepedulian  pihak perusah terhadap kesehatan anaknya itu, Roni bilang, "Cuma sekedar jenguk saja. Kalau peduli seperti apanya ya ndak ada. Kita kesal juga dibuatnya, "kata Atok kakak korban.
Pantauan media ini di RSUD STS Tebo, Waidah langsung dirawat diruang IGD RSUD. Tampak korban kedingan dan kejang-kejang. (p01)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement