Tuesday, 22 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Aparat keamanan baik pihak kepolisian maupun Satpol PP Kabupaten Tebo diminta untuk mengawasi penggunaan petasan atau mercon. Sebab, saat bulan Ramadhan ini suara petasan sudah sangat marak dan membisingkan sehingga meresahkan masyarakat setempat.

Seperti disampaikan oleh Nelmawati, salah seorang warga KM.4 Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebo Tengah. Menurut dia, akibat maraknya suara petasan bukan hanya menganggu aktivitas umat dalam beribadah, juga membahayakan masyarakat luas terutama pengendara sepeda motor.

“Kalau pengendara jantungan gara-gara bunyi petasan, kan bisa jadi repot, “ujar Nelmawati pada PORTALTEBO.com, Selasa malam (22/05/2018).

”Ini harus mendapat perhatian sebelum meluas. Petasan ini juga membahayakan anak-anak yang belum mengerti cara membakarnya,”kata dia lagi.

Hal sama juga diakui warga lainnya. Menurutnya, saat ini sudah marak penjualan petasan di kawasan kota Tebo. Akibatnya, suara petasan dirasa sangat mmengganggu karena bising.

”Ya kalau saya sih tidak jadi masalah, bagaimana mereka yang mempunyai anak kecil, kan kasian,”terangnya.

Dia menyarankan kepada Pemkab Tebo agar membuat himbaun tentang larangan menjual dan membunyikan petasan.

Hal ini dilakukan agar para penjual sadar jika yang mereka jual itu akan bisa merugikan semua pihak, terutama mereka sebagai pembeli yang secara tidak langsung uangnya dibakar, dan membahayakan orang lain.

”Harus ada tindak tegas dari pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum untuk antisipasi penjual petasan, juga para pemain petasan,”kata dia.

Sementara, salah seorang penjual petasan kepada PORTALTEBO.com mengaku, dirinya menjual petasan untuk mencari rezeki dibulan Ramadhan. “Untuk cari tambahan bang. Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Bisa uruk nambah-nambah beki baju anak, “kata ayah satu anak yang tidak mau disebutkan namanya ini. (p15)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement