Monday, 21 May 2018

author photo
Pihak PT LUK saat menjenguk karyawatinya dirawat di RSUD STS Tebo 
PORTALTEBO.com - PT Lestarindo Utama Karya (LUK) menegaskan akan bertanggungjawab sepenuhnya kepada karyawatinya yang keracunan. Pihak PT LUK juga meminta pada keempat korban untuk beristirahat total hingga kesehatan mereka pulih. Hal ini langsung disampaikan oleh Arifin Kepala Pabrik PT LUK.

"Apapun bentuknya, kita akan bertanggungjawab, "ujar Arifin didamping Syafriadi Kepala Personalia dan Jamali Kepala Produksi saat menjenguk karyawatinya di RSUD STS Tebo, Minggu malam (20/05/2018).

Diakui Arifin, saat bekerja banyak karyawannya yang mengenyampingkan keamanan. Alasannya, gerah memakai perangkat kerja. "Ada yang alasannya pengap kalau makai masker, ada juga yang beralasan kurang nyaman makai sarung tangan dan lain sebagainya, "ucap dia.

Meski begitu, Arifin mengaku selalu mengingatkan dan menegaskan kepada karyawannya agar selalu mengunakan perangkat kerja agar septi. "Kita selalu memberikan himbauan kepada seluruh karyawan agar septi dalam bekerja, "kata dia.

Atas insiden inipun, Arifin berjanji akan lebih memperhatikan keselamatan karyawannya dalam bekerja, "Kapan perlu karyawan yang tidak memakai masker dan sarung tangan tidak dibolehkan masuk pabrik, "tegas dia.

Diakui Arifin, penyebab keracunan karyawanya itu diduga pengaruh obat rayap (lexstan) yang baru digunakan oleh pihak perusahaan. "Mungkin fisik karyawan saya kurang kuat, jadi terdampak dan keracunan, "ujarnya.

Ditanya mengapa pihak perusahaan mengunakan obat rayap tersebut, Arifin menjelaskan, "Ini permintaan ekspor agar tidak ada lagi hama yang sampai keluar. Dan obat ini juga digunakan oleh seluruh perusahaan kayu,"terangnya sambil mengatakan kasus ini yang pertama kali terjadi selama perusahaan berproduksi.

Untuk korban, kembali dikatakan Arifin, pihaknya akan bertanggungjawab penuh hingga sembuh dan kembali bekerja. "Selama istirahat pun gaji korban akan kita bayar. Intinya kita tetap bertanggungjawab. Bahkan dua karyawan lagi kita sarankan untuk berobat, namun cuma satu yang mau berobat. Satu lagi memilih tidak mau berobat, "tegasnya.

Saat ditanya apakah pasca insiden keracunan ini pihak perusahaan masih mengunakan obat rayap tersebut, "Kita stop dulu. Saat ini kita hanya menghabiskan yang sudah diolah, "pungkasnya.

Diketahui, empat orang karyawati Waida (24), Tri Herawati (22), Elfa Yanti (32) dan Maysarah (25), Sabtu (19/5/2018) diduga keracunan saat kerja dan terpaksa dirawat di Puskesmas Mangupeh Kecamatan Tengah Ilir.

Setelah mendapat perawatan dan dianggap sudah membaik, keempat karyawati tersebut diperbolehkan pulang.

Sayangnya, baru beberapa jam pulang kerumah Waida dan Tri Herawati mengeluh sakit kembali. Karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, Minggu (20/05/2018), pihak keluarga langsung membawa keduanya berobat ke RSUD Tebo.

Pantauan PORTALTEBO.com, beberapa jam Waida dan Tri Herawati dirawat, menyusul Elfa Yanti dibawa oleh pihak perusahaan untuk dirawat. "Kita yang jemput Elfa kerumahnya. Kita juga sudah minta kepada saudari Maysarah untuk dirawat, namun dia menolak. Alasanya tidak sakit. Bahkan saat ini dia sudah mulai bekerja, "tutup Arifin. (p01)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement