Monday, 21 May 2018

author photo
Proyek Jalur Dua Tebo
PORTALTEBO - Jalan jalur dua pusat Kota Tebo kembali diperlebar. Tahun 2018, Pemerintah Pusat menyalurkan dana untuk pelebaran jalur dua Tebo, dengan nilai proyek Milyaran. Namun proyek milyaran tersebut dikerjakan tanpa prosedur hingga mengakibatkan timbul kerugian besar, selain itu pengerjaannya juga mendapat tanggapan negatif warga Tebo.

Proyek pelebaran jalur dua ini telah menghancurkan pohon-pohon mahoni yang ditanam pemerintah Tebo pada tahun 2013 lalu. Tidak sedikit pohon mahoni sebagai pelindung bahu jalan ini diroboh oleh alat berat untuk pelebaran jalan. Pohon mahoni ini merupakan asset milik Pemerintaj Tebo yang nilainya juga mencapai milyaran rupiah.

Hilangnya aset daerah senilai milyaran rupiah tersebut hingga kini belum ada kejelasan, apakah akan ada ganti rugi atau akan dilakukan penanaman kembali oleh pihak kontraktor rekanan yang mengerjakan pelebaran jalan

Wakil Ketua DPRD Tebo, Wartono Trian Kusumo saat dikonfirmasi Senin (21/5/2018)  sangat menyayangkan ulah kontraktor pelebaran jalan tersebut, seharusnya koordinasi dulu dengan instansi terkait. Dirinya juga berharap Pemerintah Kabupaten Tebo bisa segera berkoordinasi dengan kontraktor untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kontraktor harus bertanggungjawab terkait hilangnya asset daerah berupa pohon mahoni, Pemerintah harus segera berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk menyelesaikan hal itu apakah diganti atau ditanam kembali,”tegas Wartono.

Politisi partai PDIP ini juga menilai kejadian seperti ini akibat kurang matangnya perencanaan yang dilakukan pemerintah tanpa memikirkan kedepannya, akibatnya asser pemerintah yang ada rusak dan terbuang sia-sia.

Menanggapi permasalahan ini, Wakil Bupati, Syahlan mengaku sudah menerima laporan dari Dinas Lingkungan Hidup,  "kita sudah menerima laporan akan hal itu dari LH" ujar Syahlan.


Saat ditanya apakah ada ganti rugi dari pihak kontraktor,  Dirinya menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Tebo dalam hal ini akan berkoodinasi dengan pihak provinsi terlebih dahulu.


"kita akan berkoordinaai dulu dengan pihak provinsi, inikan proyek pusat" singkat Syahlan.


Tumbangnya pohon mahoni akibat pengerjaan jalan dua jalur ini juga disayangkan oleh warga. Dirinya sangat menyayangkan kalau pihak kontraktor merusak pohon Penghijauan tersebut karena untuk penanaman pohon Penghijauan tersebut, menghabiskan dana Pemerintah sampai Milyaran rupiah.

" Sayang sekali ya Penghijauan yang diharapkan dapat memperindah Kota Tebo Hilang digerus alat berat dalam hitungan jam,”kutuk warga.

Untuk Diketahui juga, Proyek yang menelan dana Rp 1,2 milyar berupa proyek penaman pohon tersebut  berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR). Namun demikian, yang dialokasikan untuk proyek penanaman pohon menelan anggaran sebanyak 740 juta dengan total 8000 pohon. (P05)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement