Sunday, 27 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Masjid Nurul Jalal di Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, memiliki sejarah tersendiri bagi masyarakatnya,  umunya masyarakat Tebo. Pasalnya, masjid tersebut merupakan masjid tertua di Kabupaten Tebo.

Sayangnya, mesjid yang berada tepat di bibir sungai Batangahari ini, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan karena nyaris runtuh ke sungai Batanghari.

Pasalnya, tebing di sebelah masjid sudah mulai terkikis. Kini hanya tinggal beberapa jengkal tebing saja untuk menopang bangunan masjid tersebut.

Meski kondisi itu sudah terjadi sejak lama. Namun hingga saat ini masjid itu masih tetap terlihat berdiri kokoh. “Ini dulunya adalah masjid kembangkan masyarakat Tebo, khususnya warga desa Mangun Jayo, “ujar Wak Mzen salah seorang pengurus masjid Nurul Jalal saat dijumpai PORTALTEBO.com, Minggu (27/05/2017).

Dahulu, jelas dia, mesjid tersebut menjadi pusat pengajian di Desa Mangun Jayo. Banyak ulama dan pendiri pondok pesantren di Jambi ini lahir dari masjid tersebut.

“Dulunya pusat peribadatan umat muslim di Kabupaten Tebo. Sekarang ini hanya sering digunakan ibu-ibu untuk Yassinan dan sholat Tarawih,”kata dia.

Ketika ditanyakan tahun berapa masjid itu dibangun, Wak Mzen mengaku kurang tahu persis. Namun dirinya menjelaskan jika salah satu imam masjid tersebut saat ini adalah Imam Rozali yang lahir sekitar tahun 1945. “Waktu beliau lahir, masjid ini sudah ada. Kalau diperkirakan masjid ini dibangun sekitar tahun 1935,”ungkapnya.

Pada tahun 1974 lalu, ungkap dia, masjid itu pernah direnovasi oleh almarhum guru Mansur. Kemudian, pada tahun 2010, diperbaiki oleh masyarakat dengan cara swadaya. “Sekarang kondisinya mulai memprihatinkan, “kata dia.

Untuk itu, dia berharap adanya peran pemerintah untuk memperbaiki masjid tua yang bersejarah tersebut. “Saya mewakili warga desa Mangun Jayo berharap sekali adanya peran pemerintah untuk menjaga dan merawat masjid ini, “tutup dia. (p15)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement