Wednesday, 23 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Beberapa kepala desa (kades) di Kabupaten Tebo, beberapa waktu lalu diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. Pemeriksaan para kades terkait kasus dugaan mark up anggaran pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2017.

Terkait hal ini, Syahlan Arfan Wakil Bupati Tebo minta kepada para Kades untuk tidak takut, “Saya minta jalani saja pemeriksaan. Kalo kita tidak salah, jangan takut, sampaikan apa adanya,”ujar Syahlan dikonfirmasi PORTALTEBO.com kantornya, Rabu (23/05/2018).

Ditegaskan Syahlan, Kades harus kooperatif. Penuhi setiap ada pemanggilan dsri pihak kejaksaan terkait kasus tersebut. “Kita mengambil positifnya saja. Jafi kita minta para Kades untuk kooperatif, “kata dia lagi.

Kepada pihak Kejari Tebo, Syahlan mempersilahkan untuk memeriksa para kades. “Kita tidak akan menginterpensi ataupun melarang. Bahkan kita menganjurkan agar pemeriksaan ini terus dilakukan demi kemajuan Tebo kedepan, “tutupnya.

Diketahui, Selasa (22/05/2018), sebanyak 5 kepala desa di Kabupaten Tebo, memenuhi panggilan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Pemanggilan kelima kades ini diduga terkait kasus dugaan mark up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui Dana Desa (DD) tahun 2017.

Terkait pemeriksaan kades ini dibenarkan oleh Agus Sukandar Kasi Intel Kejari Tebo, “Iya, hari ini kita lagi memeriksa kades, “ujar Agus dikonfirmasi PORTALTEBO.com diruang kantornya.

Ditanya berapa orang kades yang diperiksa dan terkait materi pemeriksaan, Agus menjelaskan, “Yang kita panggil 6 orang, yang hadir 5 orang. Soal materi pemeriksaan belum bisa kita beberkan, “singkatnya.

Sementara, sebelumnya pihak Kejari Tebo telah mendalami laporan masyarakat terkait proyek pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2017 untuk semua Desa di Kabupaten Tebo. Proyek tersebut disinyalir terindikasi korupsi dan merugikan keuangan negara. (p01)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement