Thursday, 24 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Masih ingat kasus pembunuhan sadis di Dusun Pangkal Bloteng, Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, beberapa waktu lalu dengan tersangka Satar (22).

Hari ini, Kamis (24/05/2018), kasus pembunuhan sadis dengan korban Dina Wulandari (18), warga dusun Pangkal Bloteng desa Teluk Rendah Ulu ini, telah dilimpahkan ke pihak Kejari Tebo.

Hal ini terlihat, Tim Reskrim Polres Tebo telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan sadis tersebut ke pihak Kejari Tebo.

Pelimpahan (tahap II) perkara tindak pidana pembunuhan ini, langsung diterima oleh Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, Nur Sholikin dan didampingi oleh Tito salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), di ruang Pidana Umum (Pidum).

“Iya, hari ini Kamis (24/05/2018), kita melakukan Tahap II kasus pembunuhan di dusun Pangkal Bloteng dengan tersangka Satar bin Midi. Tersangka dan barang bukti sudah kita terima dari Polres Tebo,”ujar Tito saat dikonfirmasi PORTALTEBO.com.

Dijelaskan Tito, sebelumnya pada Senin (21/05/2018), telah dilakukan pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana atas nama tersangka Satar bin Midi Polres Tebo (P21). “Senin kemarin kasus ini sudah p21. Kemudian hari ini dilakukan tahap II yaitu penyerahan tersangka dan BB dari Polres Tebo ke kita,”ucapnya.

Ditanya berapa ancaman hukuman yang dikenakan ke tersangka, Tito menjelaskan, “Tersangka kita jerat dengan Pasal 338 KUHP, 285 KUHP,  286 KUHP. Ancaman pidananya hukuman penjara selama 15 tahun,”tutup dia.

Diberitakan sebelum, warga Dusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu Kecamatan Tebo Ilir, dihebohkan dengan penemuan jasad wanita di dalam sungai Batanghari. Jasad yang diketahui bernama Dina Wulandari (18) ini, ditemukan terikat di sepada motor dengan akar pohon.

Setelah melakukan penyidikan atas temuan jasad tersebut, akhirnya tim Reskrim Polsek Tebo Ilir dan Polres Tebo berhasil mengamankan Satar (22) Tsk pelaku pembunuh tersebut.

Sebelum dibunuh, Tsk pelaku yang sempat kabur ke Kabupaten Sarolangun ini, sempat berkali-kali memperkosa korbannya.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, Tsk mengikat korban dan menenggelamka korban hidup-hidup ke dalam sungai. (p01)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement