Dua Bulan Lagi, Lanjutan Pekerjaan Tanggul Mangun Jayo Dilaksanakan

- 15:25:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Proyek lanjutan pembangunan tanggul di desa Mangun Jayo Kecamatan Tebo Tengah, dua bulan mendatang bakal dikerjakan. Hal ini dikatakan Roni Kabid Pengairan dinas PUPR Tebo, Senin (14/05/2018).

Untuk item pekerjaan ini, jelas Roni, adalah pekerjaan pembuatan pintu air dan mercu atau fungsi kontrol air. “Merxu ini nanti fungsinya untuk membuang air dari dalam keluar. Jadi nantinya air keluar tidak lagi melewati tanggul,”jelas Roni.

Diakui Roni, jika pekerjaan tanggul tahun 2017 kemarin belum selesai karena keterbatasan anggaran. “Tahun ini pembangunannya kita selesaikan. Kita sudah anggarkan dana sebesar Rp 300 juta untuk menyelesaikan tanggul tersebut,”jelasnya lagi.

Saat ditanya kapan pekerjaan lanjutan tanggul tersebut dikerjakan, Roni bilang, “Baru selesai lelang perencanaan.
Kemungkinan fisik perencanaan selesai dikerjakan satu bulan kedepan. Kemudian dilanjutkan dengan lelang pekerjaan fisiknya. Jadi kemungkinan dua bulan kedepan atau akhir Juli sudah mulai dikerjakan, “tutup dia.

Diberitakan sebelumnya, puluhan hektar tanaman padi di Dusun Mangun Jayo Seberang, Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo,terendam banjir. Akibatnya, puluhan hektar tanaman padi sawah petani terancam mati.

“Jika genangan air tidak segera surut, tanaman padi kami bakal membusuk, “keluh Roni salah seorang petani padi di Dusun I Desa Mangun Jayo saat ditemui, Jumat (27/04/2018).

Menurut dia, banjir yang merendam areal sawah petani akibat naiknya debit air sungai Batanghari. Selain itu, kata dia, banjir juga disebabkan karena jebolnya tanggul di sawah mereka. “Sudah dua hari ini tanggul sawah yang baru dibangun jebol. Itu juga yang menyebabkan areal sawah kami terendam banjir, “kata dia.

Diungkapkannya, hingga saat ini air masih merendam sawah petani. Ketinggian air rata-rata mencapai 40 cm atau setinggi lutut orang dewasa. “Benih padi kami yang baru berumur 2 minggu juga terendam banjir,”tuturnya.

Untuk itu, dia berharap kepada Pemda Tebo segera mencari solusi agar air yang merendam areal sawah mereka segera menyurut, dan tanaman padi petani bisa diselamatkan. Salah satunya, menurut dia, dengan melakukan pembenahan tanggul.

“Tanggul yang dibangun tidak mampu membendung limpahan air dari aliran sungai Batanghari. Apalagi saat ini debit air terus meningkat, “kata dia.

Terkait jebolnya tanggul di sawah tersebut, A. Roni, ST, Kabid Pengairan Dinas PUPR Tebo, saat dihubungi mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan yang mengerjakan tanggul.

Dia mengaku telah meminta kepada pihak rekanan untuk segera menanggulangi tanggul yang jebol tersebut. “Kita sudah menghubungi rekanan untuk memperbaiki tanggulnya, “kata Roni.

Diakui Roni lagi, tahun 2018 ini pihaknya telah merencanakan proyek lanjutan di lokasi tanggul itu. Pada proyek lanjutan nanti akan dibangun tanggul dan pintu air. “Saat ini proyek lanjutannya masih dalam proses perencanaan, “tutupnya. (P05)