Direktur PT MANN Diperiksa Penyidik Kejaksaan, Terkait PAD Royalti HGB Ruko

- 16:30:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Direktur PT Mitra Andalan Niaga Nusantara (MANN), Kamis siang (17/05/2018), terlihat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Informasi yang dirangkum PORTALTEBO.com, kedatangan direktur PT MANN ini diduga terkait tunggakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor royalti Hak Guna Bangunan Rumah dan Toko (HGB Ruko) di terminal Rimbo Bujang Kecamatan Rimbo Bujang.

Pantauan media ini, direktur PT MANN menjalani pemeriksaan di ruangan Kasi Pidsus Kejari Tebo. Beliau menjalan pemeriksaan sekitar 3 jam lebih.

Pemeriksaan direktur PT MANN ini dibenarkan oleh Efan Apturedi Kasi Pidsus Kejari Tebo. “Iya, kita cuma minta keterangan saja, “ujar Efan saat keluar dari ruangannya usai memeriksa direktur PT MANN.

Ditanya keterangan apa saja, Efan enggan berkomentar. “Cuma sekedar keterangan saja,”singkatnya sambil berlalu.
Untuk diketahui, sekitar tahun 2007, PT MANN telah membangun sejumlah rumah toko (Ruko) di lokasi eks terminal Rimbo Bujang, Kecamatan Rimbo Bujang. Sesuai MoU, PT MANN harus membayar sejumlah royalti kepada Pemkab Tebo.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Tebo telah memanggil beberapa pejabat tinggi Dinas Disperindag Naker Tebo. Pemanggilan tersebut diduga terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari royalti Hak Guna Bangunan (HGB) milik Pemkab Tebo.

HGB ini dikelola oleh pihak ketiga dengan cara membangun rumah dan toko (ruko) dilokasi atau tanah milik Pemkab Tebo. Untuk royalti dikelola oleh Dinas Pasar yang saat ini dikelola Bidang Pasar di Dinas Perindag Naker Tebo.

Dari informasi yang dirangkum PORTALTEBO.com, ada temuan sekitar Rp 600 juta terkait royalti tersebut. Parahnya lagi, ada sekita seratus lebih bangunan ruko yang dibangun dari tahun 2009, hingga saat ini belum ditentukan besaran royaltinya.

Terkait dugaan kasus ini, ada tiga perushaan yang bakal dilidik oleh tim penyidik Kejari Tebo. Dua dari tiga perusahaan tersebut telah dipanggil tim penyidik pada 24 April 2018, namun mangkir dari panggilan.

Sementara itu, dari hasil investigasi yang dilakukan media ini, diduga kuat dua perusahaan yang mungkir dari pemanggilan adalah PT BAS dan PT MAN. Pemanggilan ini terkait pembangunan ruko pada Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. (tim)