Saturday, 26 May 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Pembunuhan sadis yang terjadi di kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang pada Senin subuh (21/05/2018), hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat setengah masyarakat Tebo.

Betapa tidak, dalam peristiwa memilukan itu, Hambali (56) warga Jalan WR Supratnan meninggal dunia setelah berkali-kali ditikam dengan pisau olehHendro (35) yang tidak lain adalah anak kandungnya.

Hendro adalah anak dari istri pertama korban yang telah lama diceraikan. Atas perbuatan pelaku, membuat istri dan anak korban merasa sangat terpukul.

Bagaimana tidak, isteri korban harus rela hidup sendiri tanpa suami yang menikahinya sejak 25 tahun yang lalu. Begitu juga dengan tiga orang anak korban, yang harus iklas hidup tanpa ayah yang sangat menyayangi mereka.

Yang membuat istri dan anak korban lebih sedih, beredar isu pembunuhan sadis tersebut disebabkan oleh harta warisan.

Isu ini dibantah oleh Innauli istri korban sekaligus ibu tiri pelaku. Ditegaskannya jika peristiwa yang memilukan tersebut bukan disebabkan harta warisan seperti kabar yang beredar sebelumnya. Pasalnya, sehari sebelum kejadian, pelaku Hendro dan korban Hambali atau suaminya itu terlihat akrab dan tidak ada masalah.

Bahkan, lanjut dia, sejak kedatangan pelaku dari Jawa, suaminya memperlakukan Hendro dengan baik. Seluruh kebutuhan pelaku dipenuhi oleh suaminya dengan layak.

Namun, bilang dia, sangat diluar dugaan, tiba-tiba pada Senin (21/05/2018), tanpa sebab yang jelas anak tirinya yang baru datang tersebut didapati sedang mengancam dan menganiaya suaminya.

Saat kejadian, dirinya sangat tidak berdaya melihat suaminya dianiaya oleh anak tirinya tersebut.

Saat kejadian itu, darinya juga sempat melihat suaminya duduk dan meminta ampun kepada pelaku.

Wargapun saat kejadian berusaha membantu, namun karena pelaku terlihat membahayakan, Maka tidak ada yang mampu melerai.

“Jadi tidak benar kalau peristiwa tersebut karena warisan, “kata Innauli.

Diberitakan sebelumnya, Insiden mengerikan sekligus menghebohkan terjadi senin dini hari (21/5/2018) di Rimbo Bujang, Tebo. Seorang anak tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri dengan cara dibacok. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan tersebut.

Kapolres Tebo melalui Kapolsek Rimbo Bujang, IPTU Rezka Anugras menegaskan, hingga saat ini polisi masih mendalami apa yang melatarbelakangi anak membunuh ayahnya yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, senin dini hari.

“Kita belum mengetahui apa penyebabnya, namun infornasi awal yang didapat dari saksi-saksi lantaran harta warisan,”tegas Kapolsek.

Sementara itu informasi yang beredar dilapangan, pembunuhan sadis itu dilatar belakangi, pelaku Hendro yang diduga mengalami gangguan jiwa. Sejak pulang dari Jawa, sekitar satu bulan lalu, Hendro kerap mengamuk seperti orang mengalami gangguan jiwa alias stres.

Karena sering mengamuk tersebut, ayah korban sempat memasung Hendro, namun kemudian dilepas. Tapi, sifat dan prilaku Hendro yang kerap mengamuk tersebut tidak berubah. Hingga akhirnya terjadi keributan anatar Hendro dan ayahnya yang berakhir pada kematian Ayahnya yang bernama Hambali.

Informasi lain yang didapat portaltebo.com, ada motif lain yang membuat Hendro sering mengamuk dengan ayahnya. Diduga karena harta warisan, informasi yang didapat, pelaku memiliki harta berupa tanah didaerah Jawa.

Saat pelaku pulang ke Jawa, pelaku mengetahui kalau tanah miliknya telah dijual oleh ayahnya dan itu dilakukan korban tanpa sepengetahuan pelaku. Diduga karena itulah, kerap terjadi cek-cok antara korban dan pelaku.

“Kemungkinan besar, pelaku mendatangi korban kesini, karena ingin menuntut atas haknya tersebut,”terang nara sumber di TKP.

Sementara Kapolsek IPTU Rezka menegaskan masih belum mengetahui latar belakangnya dan polisi masih melakukan pengembangan. (red)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement