Korban Pelecehan Guru PKN Masih Trauma

- 16:44:00
advertise here
PORTALTEBO.com- Dugaan pelecehan seksual atau perlakuan asusila yang diterima siswa SMKN 1 Tebo dari oknum gurunya, sangat mencoreng institusi pendidikan di Tebo.

Parahnya, akibat ulah oknum guru yang diketahui berstatus honor tersebut, korban mengalami trauma. Hal ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga korban.

“Anak trauma. Dia sudah tidak mau sekolah lagi gara-gara perlakuan asusila oleh okmum gurunya itu,”kata ibu korban yang namanya tidak mau disebutkan, Kamis (12/04/2018).

Dari keterangan ibu ini, perlakuan asusila terduga pelaku terhadap anaknya sudah yang kedua kalinya. “Saya tidak terima anak saya di lecehkan. ini menyangkut masa depan anak saya. Apalagi sekarang anak saya mengalami trauma panjang,”kata ibu ini.

Dikisahkan ibu ini, modus pelaku dalam menjalankan aksinya dengan cara mengancam anaknya.

Anaknya diancam akan dikeluarkan dari sekolah karena Ikut coret-coretan saat perpisahan siswa kelas 12.

“Anak saya diajak berunding diluar sekolah. Kemudian dubawa kerumah dia (terduga pelaku). Saat itu, istri pelaku sedang tidak berada dirumah,”jelasnya.

“Sampai dirumah tersangka, anak saya langsung diajak kedalam kamar. Didalam kamar anak saya dilecehkan pelaku, “terang ibu ini lagi.

“Saya dan keluarga saat ini tengah membuat laporan resmi ke Polsek Tebo. Yang jelas saya tidak terima anak saya dilecehkan, “tegasnya mengakhiri.

Diketahui, pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru SMKN 1 Tebo terhadap siswanya ini, dibenarkan oleh pihak sekolah.

“Menurut pengakuan korban benar dia mendapatkan perlakuan asusila dari gurunya. Dan oknum guru (tersangka) juga mengakuinya, cm sebatas itu,”ujar Yumadi Kepala SMKN 1 Tebo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan diruang kantornya, Kamis (12/04/2018).

Dijelaskannya, terduga pelaku dan pihak keluarga korban sudah dikumpulkan atau ditemukan. Pada pertemuan itu juga dihadiri oleh beberapa perwakilan guru.

“Pada pertemuan tadi, saya arahkan pada pihak keluarga korban dan terduga pelaku untuk diselesaikan secara baik-baik,”kata Kepsek.

“Sampai saat ini kami masih menunggu rembuk keluarga korban. Apakah ini diselesaikan secara kekuar atau ke jalur hukum. Kami masih menunggu keputusannya, “kata dia lagi.

Saat ditanya apa tindakan pihak sekolah jika pelaku terbukti atas perbuatannya, Yumadi mengatakan, “Jika terbukti akan kita beri sanksi sesuai aturan dan kode etik yang berlaku, “tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa di SMKN 1 Tebo, diduga mendapat pelecehan seksual dari gurunya sendiri.

Informasi yang didapat dari berbagai sumber mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (11/04/2018) di Perumahan Harapan Residen Km.5 Jalan Lintas Tebo Bungo.

Sebelumnya, korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki ini mengikuti acara perpisahan sekolah. Namun disaat istirahat, korban diancam oleh pelaku yang diketahui juga berjenis kelamin laki-laki.

Karena takut, korban menurut saja saat dibawa pelaku ke rumahnya yang berada di Perumahan Residen Km.5 Jalan Lintas Tebo Bungo.

Dirumah tersebut, pelaku menjalankan aksi bejatnya. “Informasinya, pelaku memainkan kemaluan korban. Dan korban tidak terima dan mengajukan hal ini kepada orang tuanya, “ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya. (P01)
"KOLOM IKLANquot;