Warga Bebaskan 4 Operator dan 2 Alat Berat PT LAJ

- 16:55:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Sekitar 150 orang warga Langgas, Senin (05/03/2018) sekitar pukul 17.00 Wib, gelar pertemuan di Dusun Suka Maju (Langgas) Desa Sungai Karang Kecamatan VII Koto Ilir.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh, Kapolsek VII Koto Ilir Iptu Kristian Susanto, Danramil Tebo Ulu Kapten Inf. H.M Dalimunte, Camat VII Koto Ilir M. Syarif, Kanit Kamneg Sat Intelkam Polres Tebo Bripka P. Sinaga, Kanit Sosek Bripka Esap Susanto, Kades Balai Rajo Aflin, Kades Pasir Mayang Anthoni dan Kades Sei Karang Anton.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan warga saat pertemuan diantaranya, pihak perusahaan LAJ tidak dibenarkan menggusur lahan masyarakat yang sudah dikelola oleh masyarakat tanpa terkecuali.

Lahan masyarakat yang telah digusur perusahaan harus dikembalikan kepada masyarakat tanpa syarat.

Lahan yang digusur perusahaan harus bertanggung jawab membayar kerugian masyarakat.

Perusahaan harus membuat tapal batas dengan masyarakat dan harus membuat perjanjian hitam diatas putih tidak akan mengambil lahan masyarakat.

Meminta pertanggungjawaban kepada pihak berwajib atas kenyamanan dan keamana masyarakat terutama saudara-saudara yang telah dianggap perusahaan sebagai provokator.

Terakhir, atas semua kejadian di TKP adalah kemauan masyarakat seluruhnga, bukan karena provokasi pihak tertentu.

Menanggapi permintaan masyarakat ini, Kades Balai Rajo Aflin menyampaikan beberapa pendapat diantaranya, alat berat dan operator yang ditahan masyarakat agar dilepas. Terkait aspirasi masyarakat kepada perusahaan akan disampaikan kepada pihak perusahaan LAJ.

Lanjut dia, sebaiknya pihak perusahaan berkoordinasi dengan perangkat desa dalam menjalankan aktivitas atau penggusuran, sehingga tidak terjadi, “Ini karena perusahaan tidak pernah memberitahukan kepada Pemerintah Desa dalam melakukan penggusuran lahan sehingga terjadi konflik. Saya harap kedepannya tidak terulang lagi,”ujar Kades.

Seterusnya, Kades menghimbau kepada masyarakat mengutus perwakilannya melakukan pertemuan selanjutnya di Kantor Camat VII Ilir.

Sementara, Kapolsek VII Koto Ilir Iptu Kirstian menyampaikan, terkait permintaan warga agar tidak diproses hukum atas tindakan warga atau masa menahan 2 (dua) alat berat dan 4 (empat)  orang operator belum dapat diputuskan. Pasalnya, kata Kapolsek, pada perkara ini ada pimpinan yang lebih berwenang,” Tetapi saya akan memberikan saran kepada pimpinan agar masalah ini tidak diproses hukum,”kata Kapolsek.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar melepas alat berat beserta operatornya,”Saya juga berharap dilakukan pertemuan kembali untuk mencari solusi terbaik,”ucapnya.

Dari hasil pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan diantara, masyarakat bersedia melepaskan alat berat beserta operatornya. Alat berat dan operator diserahkan kepada Aparat Keamanan dan Pemerintah serta kondisi sehat.

Selanjutnya, akan dilakukan pertemuan pada hari Kamis tanggal 08 Maret 2018 di Kantor Kecamatan VII Ilir yang dihadiri oleh PT. LAJ, Perwakilan warga Langgas, Camat VII Koto Ilir, Polsek VII Koto Ilir, Koramil Tebo Ulu, Kades Sei Karang, Kades Balai Rajo dan Kades Pasir Mayang.

Pantauan media ini, usai melakukan kesepakatan, sekitar pukul 19.30 WIB alat berat dan 4 operator alat berat yakni Andi, Andika, Reski dan Hendri dibebaskan masyarakat.

Alat berat dan operator ini mendapat pengawalan dari TNI dan Polri di lokasi semula yakni daerah Petak 3 LC Toha Desa Sungai Karang Kecamatan VII Koto. Alat berat dan operator yang dibebaskan dalam keadaan selamat. Pembebasan inipun berjalan dengan aman dan kondusif hingga sampai di Camp Wana mukti PT. LAJ. (p01)