Razia Pekat di Rimbo Bujang, Pol PP Temukan Pedagang Kaki Lima Jual Miras

- 12:31:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Satuan Polisi Pamong (Satpol) Kabupaten Tebo, Kamis sore (22/03/2018) gelar razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang.

Saat razia, ada salah seorang warga yang melaporkan ada pedagang kaki lima di kawasan pasar Sarinah Rimbo Bujang menjual minuman keras (miras).

Berdasarkan laporan itu, anggota Pol PP langsung bertindak dan menelusuri sejumlah pedagang kaki lima di pasar tersebut.

Dalam razia ini, Pol PP berhasil menyita puluhan botol minuman keras (Miras) yang mengandung alkohol tinggi diantaranya, 5 botol miras merek Asoka dan tuak sebanyak lima ember ukuran besar.

Tidak itu saja,  Pol PP juga mengamankan 1 orang wanita yang tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Taufik Khaldy Kasat Pol PP Tebo dikonfirmasi membenarkan jika anggotanya gelar razia pekat di Rimbo Bujang. “Iya, kemarin sore (Kamis) anggota kita gelar razia di Rimbo Bujang,”ujar Taufik, Jumat (23/03/2018).

Dari hasil razia tersebut, beber Taufik, anggotanya berhasil mengamankan barang bukti berupa miras jenis tuak sebanyak 5 ember ukuran besar, 12 botol miras merk Asoka, 1 dus bir bintang. “Anggota kita juga mengamankan 1 orang wanita yang tidak memiliki kartu identitas atau TKP, “ungkap Kasat.

Bilang Kasat, saat ini barang bukti tersebut diamankan di Mako Satpol PP untuk diproses. “Penjual mirasnya nanti akan kita panggil untuk dimintai keterangan,”kata dia.

Dari hasil BAP sementara, lanjut Kasat, penjual miras mengaku jika miras merk Asoka didapat dari Kabupaten tetangga. Sementara, miras jenis bir didapatkan dari salah satu toko yang ada di Rimbo Bujang.

“Awalnya pedagang miras tersebut enggan mirasnya kita amankan. Karena berdasarkan Perda, mirasnya tetap kita bawa untuk diamankan dan diproses,”tegas Kasat.

Untuk itu, Kasat menghimbau kepada para pedagang dan masyarakat Tebo agar tidak menjual miras l dengan golongan yang di larang dan di atur dalam Perda, “Karna miras membuat resah masyarakat dan merusak generasi muda kita. Jadi harus kita tindak, “tutupnya. (p01)
"KOLOM IKLANquot;