Friday, 2 March 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Dalam rangka Hari Palang Merah Remaja Indonesia ke 68 Tahun, Palang Merah Indonesia mengambil tema yaitu "Kecil Kecil Jadi Hero". Dalam menjadi Hero tidak harus menjadi orang yang kuat ataupun hebat, namun cukup menjadi orang yang bermanfaat.

"Menjadi Hero Jaman Now, itu harus berperilaku hidup bersih dan sehat agar menjadi contoh yang baik dan bermanfaat bagi sesama," tutur Slamet Setya Budi selaku Pengurus PMI Kabupaten Tebo.

Dalam mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat, Palang Merah Remaja SMAN 17 Tebo melakukan giat aksi pembagian Bubur Kacang Hijau gratis kepada ratusan siswa/i, Perangkat Desa Sumber Sari, dan Taman Kanak - Kanak dalam Desa Sumber Sari.

Dalam kegiatan ini PMR SMAN 17 Tebo memobilisasi 25 relawan PMR untuk membagikan ratusan bubur kacang hijau diberbagai tempat.

"Alhamdulillah hari ini PMR SMAN 17 Tebo telah membagikan ratusan Bubur Kacang Hijau gratis kepada siswa/i, Perangkat Desa dan Taman Kanak - Kanak" tutur Dani selaku Pembina PMR SMAN 17 Tebo.

Aksi sosial ini merupakan wujud  partisipasi nyata dari PMR sebagai ujung tombak pembentukan karakter muda sebagai generasi penerus bangsa.

Sejarah terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi sediri oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 - 1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas, tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919 didalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.

Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.1 Maret diperingati oleh PMI dan Bangsa ini sebagai hari PMR, pada awalnya bernama Palang Merah Pemuda. Mengiringi perjuangan PMI dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan 10 Perintah Harian Panglima Besar Jendral Soedirman (1950) PMI meresmikan berdirinya PMP sebagai bagian dalam organisasi PMI yang bertugas mengembangkan dan membentuk karakter remaja di Indonesia. Dipelopori oleh Nn. Siti Dalimah (atau Dasimah – sedikit kerancuan sejarah) dan Nn. Paramitha Abdurahman. (red)

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement