Sunday, 8 April 2018

author photo
Ilustrasi/net
PORTALTEBO.com - Data yang dirilis Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tebo mengungkapkan bahwa, realisasi serapan APBD Kabupaten Tebo pada Triwulan Peratama ini baru 13 persen. Hal ini disebabkan minimnya kegiatan di OPD atau baru dimulai.

Nazar Efendi Kepala BKD Tebo menjelaskan bahwa, hingga Maret 2018 serapan APBD Tebo sudah mencapai angka 148 Miliar Rupiah atau sekitar 13,76 persen dari APBD Tebo yang sebesar 1,05.Triliun Rupiah.

“Kegiatan di OPD baru mau dimulai, lelang kegiatan juga baru dimulai begitu jua pencairan uang muka, juga baru sedikit. Ini penyebab rendahnya serapan APBD Tebo pada Triwulan Pertama ini,”ujar Nazar pada PORTALTEBO.com.

Dibeberkannya, APBD Tebo Tahun 2018 ini sebesar Rp 1.050.075.718.735,-. Jumlah tersebut terbagi pada Balanja Tidak Langsung sebesar Rp. 106.314.389.680,- atau 17,62 persen dan Belanja Langsung yaitu sebesar Rp. 106.314.389.680, - atau  3,70 persen.

"Jadi yang dibayarkan cuma anggaran rutin kantor, mulai dari kebutuhan atk, listrik, sppd, honor lain-lain termasuk gaji" tambah Nazar.

Meski demikian, dirinya yakin kedepannya serapan APBD akan meningkat. Hal tersebut dikarenakan proses lelang sudah jalan dan kontrak sudah ditanda tangani.

“Kalo proses lelang sudah jalan dan penandatanganan kontak sudah, tentu ada pencairan. Ini membuat serapan APBD meningkat,”tutupnya. (p09)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement