Tuesday, 6 February 2018

author photo
Ilustrasi/net
PORTALTEBO.com - Saat ini kasus kecelakaan lalulintas yang menjadi perhatian publik Tebo adalah kasus Lakalantas antara mobil dinas Bupati Bungo H Mashuri dengan mobil travel.

Kasus yang menewaskan 2 orang penumpang travel ini, menjadi kasus pertama diawal tahun 2018 yang kasusnya bakal dilanjut hingga kepersidangan.

Sebelumnya, ditahun 2017 hanya ada satu kasus lakalantas yang naik kepersidangan.

"Selama 2017 kemarin, hanya ada 1 kasus lakalantas yang naik kepersidangan, itupun kasus lakanya terjadi diakhir tahun 2016,”ungkap Nur Sholihin Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tebo, kepada wartawan.

“Namun sidangnya ingkrah berkekuatan hukum ditahun 2017,"katanya lagi.

Sementara data yang didapat Tim Kejaksaan Negeri Tebo dilapangan, ditahun 2017 tersebut banyak kasus kecelakaan yang berakhir dengan kematian yang terjadi diwilayah hukum Polres Tebo.

"Contohnya kasus lakalantas bus Family Raya serta Bus Medan Jaya, hingga berakhir tahun 2017, berkasnya bahkan SPDP nya tidak pernah saya terima,"terang Kasi Pidum yang sudah berulangkali mempertanyakannya pada Satlantas Polres Tebo, tapi tak pernah digubris.

Padahal sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia, Kasus lakalantas yang berujung kematian ataupun cacat seumur hidup ini dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 UU LLAJ dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Dan dipertegas dengan pasal 235 ayat 1 UU LLAJ yang isinya "Jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas sebagaimana dimaksud pada pasal 229 ayat 1 huruf c, pengemudi, pemilik dan atau perusahaan angkutan umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan atau berupa biaya pemakaman "Dengan Tidak Menggugurkan Tuntutan Perkara Pidana".

Kapolres Tebo, melalui Kasat Lantas, AKP Aulia Rachmad, selama menjabat sebagai Kasat Lantas di Merangin, tidak ada kasus lakalantas yang tidak sampai dipersidangan.

"Saya pastikan kasus lakalantas maut yang ada di Tebo ini akan tetap sampe ke sidang, termasuk kasus Lakalantas yang melibatkan Bupati Bungo H Mahuri,"terang Aulia yang baru beberaa minggu menjabat kasat lantas Polres Tebo.

Kasat menambahkan, jika dimasa jabatan kasat yang sebelumnya tidak ada kasus yang naik sidang, itu akan diperbaiki dan dipastikan, jika lakalantas ada korban, harus naik sidang.

Kasat menegaskan, walaupun pelaku telah bertanggungjawab serta sudah ada perdamaian dengan keluarga korban, tidak menghapuskan tuntutan pidana pelaku seperti tertuang pada Putusan MA No. 1187 K/Pid/2011. Bahkan dalam Putusan MA No. 2174 K/Pid/2009. Terdakwa tetap dikenakan hukumab, walaupun telah ada perdamaian. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement