Wednesday, 14 February 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Masih ingat kasus kehutanan tahun 2017 lalu. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tebo yang diketuai Riki memvonis bebas terdakwa Warsito dan Zulkipli pada kasus tindak pidana kehutanan tersebut. Atas vonis bebas tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo merasa keberatan dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Kasasi JPU ini akhirnya diterima oleh MA. Warsito Bin Gasiman dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Sementara, untuk terdakwa Zulkifli Kejari Tebo masih menunggu keputusan dari MA. “Untuk terdakwa Zulkifli, kita masih menunggu putusan MA. Kemarin baru hasil putusan Warsito yang kita terima, “ujar Zainal Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tebo.

Untuk Warsito, kata Zainal, amar putusan terbukti jika terdakwa bersalah dengan sengaja melawan hukum. Dia dengan sengaja mengangkut kayu hasil hutan tanpa disertai surat keterangan yang sah.

“Atas kesalahannya, dia (Warsito) dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda 500 juta. Apbila denda tidak dibayar, hukumnya ditambah 1 bulan penjara, “katanya.

Untuk menjalani amar putusan ini, lanjut Zainal, pihaknya mengeksekusi terdakwa. Dan kemudian terdakwa dibawa ke Lapas Tebo untuk menjalani hukumannya.

“Yang bersangkutan kooperatif datang langsung ke kantor (Kejari Tebo). Yang bersangkutan juga bersedia menjalani eksekusi dan sekarang tengah menjalani hukumannya di Lapas Tebo, “tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tebo yang diketuai Riki memvonis bebas terdakwa Warsito dan Zulkipli pada kasus tindak pidana kehutanan. Atas vonis bebas tersebut JPU merasa keberatan dan bakal mengajukan kasasi ke MA.

Zainal JPU Kejaksaan Tebo mengungkapkan keterlibat keduanya sudah memenuhi unsur pidana. Dimana lanjut dia, kedua terdakwa telah melanggar pasal 12 huruf e jungto psl 83 ayat 1 yang menyatakan setiap orang yang dengan sengaja mengusai mengangkut memiliki hasil hutan kayu tidak dilengkapi dokumen secara bersama atau surat keterangan hasil hutan.

Sudah jelas bersalah dan dapat dijerat dengan hukuman penjara minimal setahun dan maksimal 3 tahun," ujarnya.

Dijelaskan Zainal sebelumnya kedua terdakwa oleh JPU Warsito dituntut 2,5 tahun dan Zulkipli 2 tahun. Oleh Majelis hakim pada sidang putusan, Jumat (17/3) divonis bebas dan dinyatakan tidak bersalah.

Sebelumnya Polhut Dinas Kehutanan telah mengamankan satu unit truk bernomor polisi BA 8768 ZU bermuatan kayu pada 1 September 2016 lalu di Rimbo Bujang.

Saat dikonfirmasi Kasi pengamanan Dinas Kehutanan Tebo, Lorensius Silitongah Selasa (06/09) membenarkan hal tersebut, penanganan kasus penangkapan kayu tersebut telah selesai diproses dan sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Prosesnya sudah ditangani oleh penyidik, setelah 5 hari ditangani oleh penyidik sudah bisa ditetapkan tersangka," ujarnya.

Dilanjutnya, dua orang tersangka tersebut adalah Warsito pemilik kayu dan Julkiflih sebagai supir. Kayu yang dibawa lebih kurang sebanyak 25 kubik. Saat  ditemukan kayu itu tidak memiliki dokumen yang sah.

"Satu hari setelah ditangkap pemilik kayu datang ke Dinas Kehutanan menunjukan surat kayunya, dan menurut pengamatan dari penyidik surat itu tidak sesuai dengan ketentuan," katanya.

Dikatakan lagi, berhubung di Kantor dinas kehutanan tidak memiliki rumah tahanan, terpaksa kedua tersangka tersebut kita bawah ke Polres Tebo utmuk proses hukum yang lebih lanjut.

"Untuk sementara kedua orang tersangka tersebut sudah kita titip di Polres Tebo," tandasnya. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement