Sunday, 11 February 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Keruh dan tercemarnya air sungai Batanghari yang diduga akibat aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), tidak hanya dikeluhkan masyarakat saja, namun dikeluhkan juga oleh PDAM Tirta Muaro Tebo.

Pasalnya, akibat keruh dan tercemarnya air Batanghari membuat biaya produksi PDAM membengkak.

“Kita terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk menjaga kualitas air ke rumah pelanggan, “ujar Budi Irawan Direktur PDAM Tebo.

Dijelaskan Budi, saat ini tingkat kekeruhan air sungai Batanghari dua kali lipat dari biasanya. Biasanya, bilangnya, pada tahun sebelumnya kekeruhan masih dibawah angka 100, namun sekrang naik pada angka 200 bahkan lebih.

Tidak ingin pelanggan komplen dan kecewa, terus Budi, pihaknya terpaksa menambah biaya operasional untuk mensterilkan air yaitu dengan menambah zat kimia berupa tawas sebanyak 5 sampai 7 ton perhari.

“Baget yang dikeluarkan tentu lebih mahal dari biasanya, berkisar Rp 15 sampai 20 juta, “ungkap Budi.

Meski ada penambahan zat kemia untuk mensterilkan air, Budi meyakinkan jika air produksi dari PDAM aman untuk digunakan rumah tangga dan keseharian. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement