Tuesday, 13 February 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Wirani Laia, aktor sebagai otak atau dalang pembunuhan di PT TPIL yang menewaskan Dona Sitorus, Ita dan Nicolas, merupakan sosok wanita bertipikal datar dan pendiam. Dibalik sifatnya tersebut, ternyata banyak menyimpan sejuta dendam terhadap korban.

Seiring proses penyelidikan dan pengejaran hingga ke medan, kini petualangnya sudah usai. Wirani dan dua rekannya saat ini sudah mendekam dibalik jeruji hingga menunggu proses persidangan. Dibalik aksinya yang menggegerkan jagat media, ada cerita haru yang patut diambil hikmahnya.

Ahmad Hardi, Kepala Lapas Tebo kelas 2 saat disambangi koran ini mengaku merasa heran terhadap sikap Wirani sejak sebulan berada di balik Jeruji. Kebiasaan aneh kerap ia perlihatkan tak kala rekan sekamarnya seperti biasa menjalani aktifitas.

Beberapa sikap Wirani kata Hardi yang aneh ia lihat yakni, prilaku Wirani kerap dihantui rasa takut yang berlebihan. "Sering menyendiri, bahkan kalau sudah takut itu ia suka ngomong gak karuan," ucap Hardi.

Kebiasaan ini dinilai Hardi awalnya adalah suatu hal yang wajar. Namun lanjut Hardi lambat laun, kebiasaan aneh ini semakin menjadi jadi. Dirinya kuatir jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama bakal menganggu jiwa dan psikologinya.

"Akhirnya saya temui dia dikamar tahanan untuk menanyakan apa yang terjadi dan dialami olehnya. Wirani mengaku jika ia kerap dihantui rasa takut usai membunuh," bebernya.

"Saya coba yakinkan dia, bahwa hal ini sepertinya bukan perkara mudah untuk menghilangkan rasa takut ini " timpalnya.

Lewat pendekatan preventif, dirinya mencoba meyakinkan Wirani bahwa untuk menghilangkan bayangan ketakutan dirinya harus benar-benar bersih, baik jiwa akhlak maupun pikiran. Hardi menyampaikan bahwa untuk membawa jiwa dan pikiran bisa tenang seseorang disarankan untuk menjalankan puasa selama dua bulan.

"Setelah saya komunikasi dengan dia, perlahan saya rasakan suhu badannya mulai stabil. Sebelumnya itu saya liat tatapan matanya kosong, ngomongnya juga mgawur. Yang jelas psikologinya sedikit terganggu," terang orang nomor satu di lapas Tebo ini.

Hal mengejutkan lainnyapun terjadi, keesokan harinya tanpa ada tanda tanda yang aneh, Wirani bilang bahwa dia minta dimualafkan. Tentunya kejadian ini membuat Hardi terenyuh dan terharu melihat keinginan Wirani yang kuat untuk menjadi mualaf.

"Saya yakinkan ke dia, kamu benar ingin masuk islam. Kamu masuk islam ada paksaan atau desakan. Dia bilang keinginan sendiri tanpa ada yang memaksa," ucap Hardi lagi.

Mendengar pengakuan dan keinginan dari Wirani, hari itu juga Hardi melantunkan lafaz syahadat kepada Wirani. Lantas Hardi membimbing Wirani disaksikan rekan lapas yang ada di kamar tahanan. "Tanpa dikomando proses pengislaman berjalan lancar. Sya menganjurkan mulai sekarang jalankan kewajibanmu sebagai seorang muslimah, yakni sholat dan ibadah lainnya," kata Hardi sambil terharu.

Sejak saat itu seluruh kewajiban Wirani ia jalankan didampingi oleh staf lapas yang setiap saat mengikutinya. Hal mengejutkan terlihat jika hari-hari  Wirani saat ini sudah banyak yang berubah. "Keberadaan dia saat ini lebih mapan dan banyak perubahan usai mendapatkan hidayah," tutpnya. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement