Saturday, 20 January 2018

author photo
Anggota Polres Tebo saat menerima laporan Ustad Abdul Azis pimpinan Ponpes Al-Azizy 
PORTALTEBO.com - Ustad Abdul Azis, pimpinan sekaligus pendiri pondok pesantren (Ponpes) Al-Azizy yang berada di dusun Penampuyan, desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, mengaku diancam oleh oknum wartawan dari salah satu media terbesar di Provinsi Jambi. 

Pengancaman ini terjadi pasca sepeda motor miliknya yang dikendarai oleh dua orang santrinya, diduga dirampas oleh AS ditengah jalan, Sabtu (20/1/2018).

"Keterangan dari santri saya, ada wartawan yang datang ke Ponpes mencari saya. Wartawan itu mengeluarkan ancaman jangan macam-macam, saya ini wartawan dari Jambi,"ujar Ustad Abdul Azis 

Oknum wartawan tersebut, menurut Ustad Azis, adalah salah seorang keluarga AS. Dia (oknum wartawan) datang dan langsung mengeluarkan kata-kata bernada tinggi, "Intinya dia datang langsung marah-marah dan mengancam saya, "kata Ustad Azis lagi. 

Sementara, J saat dikonfirmasi membenarkan jika dirinya adalah wartawan, namun dia membantah jika dirinya wartawan dari salah satu media terbesar di Provinsi Jambi. 

"Saya memang wartawan, tapi bukan dari media itu. Saya kesini (Polres Tebo) untuk membantu keluarga AS yang ditabrak oleh santri Ponpes Al-Azizy, "ujar J diruang Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tebo, saat mendampingi AS melaporkan Pimpinan Ponpes Al-Azizy ke Polres.

Diberitakan sebelumnya, AS (50) warga Kecamatan Tebo Tengah diduga telah merampas sepeda motor milik Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azizy, Sabtu (20/1/2018). Hal ini diakui oleh Ust Abdul Azis Pimpinan sekaligus Pendiri Ponpes Al-Azizy Tebo.

"Iya, motor saya dirampas AS ditengah jalan, "kata Ustad Abdul Azis saat hendak melaporkan kasus perampokan tersebut ke Polres Tebo. 

Dijelaskannya, peristiwa perampasan ini terjadi saat dua orang santrinya pulang dari memanen cabe di kebun. Ditengah jalan, tepatnya di dusun Penampuyan, Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, dua orang santri yang mengendarai sepeda motor miliknya ini dihadang oleh AS. 

"AS mengambil paksa motor yang dikendarai oleh santri saya,"jelas Ustad Abdul Azis lagi. 

Atas tindakan AS ini, Ustad Azis langsung melaporkan perampasan tersebut ke Polres Tebo. "Sudah saya laporkan ke Polres. Dengan laporan nomor  : LP/B -10/1/2018/Jambi/Tebo/SPKT," ungkapnya. 

Ustad Aziz berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Pasalnya, kata dia, sepeda motor tersebut adalah satu-satunya kendaraan yang dia gunakan untuk transportasi mengajar. "Mudah-mudahan cepat diproses biar motor saya cepat kembali, "tutupnya. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement