Monday, 29 January 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Tidak pernah terpikir oleh Kesnedi jika hidup anak gadisnya berakhir tragis. Pasalnya, Dina Wulandari (18) anak keduanya ini dikenal sangat rajin dan santun pada setiap orang yang dikenalnya. 

Sampai saat inipun, terus terngiang ditelinga Kesnedi saat anaknya itu berpamitan terakhir kali untuk mengantar adiknya ke sekolah. 

"Selamat tinggal Mak, selamat tinggal. Tunggu Dina didepan pintu sampe Dina pulang,"ujar Kesnedi menirukan ucapan Dina saat berpamitan sama dia dan istrinya Ana Rita yang kerap disapa (Cik Ona).

Saat media ini menyambangi rumah kediaman korban di Dusun Pangkal Bloteng, Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, masih sangat terasa suasana duka menyelimuti rumah batu yang berukuran 6x10 M persegi tersebut. 

Belum genap setahun Dina tinggal di bangunan (rumah) yang belum dicat dan juga belum diplaster itu. Tetangga sekitar pun mengakui jika semasa hidupnya almarhum terkenal baik dan ramah.

Kesnedi menceritakan, sewaktu Sekolah di Madrsah Aliyah Nurussa'adah, Desa Teluk Rendah Ilir,  almarhum dipercaya oleh guru-guru disana sebagai pemegang kunci Sekolah. Setiap pagi dan sore almarhum membuka dan menutup pintu ruangan dan pagar sekolah. 

Saat itu, dia bersama keluarga kecilnya tinggal di perumah guru di Desa Teluk Rendah Ilir. Begitu memiliki rumah sendiri di Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu, dia membawa kelurga hijrah ke rumah barunya. 

Usai menyelesaikan pendidikan di MA pada tahun 2017 lalu, almarhum menganggur. Bosan menganggur, almarhum memutuskan untuk ke Jambi tinggal bersama neneknya. Disana almarhum hanya bantu-bantu pekerjaan neneknya.

Tanpa terasa hampir 6 bulan almarhum tinggal bersama neneknya.Karena tidak bisa menahan rindu dengan keluarganya, almarhum pun kembali ke dusun untuk menemui ibunya. 

"Dia (almarhum) baru pulang dari Jambi sekitar 3 minggu lalu, Dia rindu dengan emaknya," cerita Kesnedi saat ditemui dirumahnya.

Kesnedi mengungkapkan, kesedihan yang sangat mendalam dirasakan Ibu korban. Pasalnya, almarhum memang sangat dekat dengan ibunya. Hubungan ibu dan anak ini seperti kakak beradik.

"Hingga hari ini (Senin 29/1/2018), istri saya masih terlihat sedih dan terpukul dan tak mau ditemui orang,"ungkap Kesnedi yang terus bercerita tentang almarhum semasa hidupnya.

Dari informasi yang didapat disalah satu warga di Pangkal Bloteng, Tsk pelaku pembunuh Dina, Satar (22) memang tidak banyak dikenal orang. Keseharian Tsk disibukan dengan aktivitas memancing. Selama delapan bulan berada di dusun Pangkal Bloteng, Satar jarang bergaul bersama masyarakat,  bahkan ikut acara Yassinan pun tidak pernah.

"Sudah mempunyai istri, entah bagaimana dirinya menafkahi istrinya dirumah, sedangkan dirinya masih tinggal dirumah mertua selama delapan bulan menikah di dusun pangkal Bloteng,"jelas salah seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan.

Informasi dari sumber lain menyebutkan, pasca insiden pembunuhan Dina, istri serta keluarga istri pelaku dikabarkan mengungsi dirumah familinya. Mereka takut dengan kejadian tersebut akan berimbas pada mereka.

"Istri pelaku Satar sudah tidak lagi tinggal dirumahnya,"terang salah satu warga yang menyebutkan jarak rumah korban dengan pelaku berkisar lebih kurang 2 KM.

Diketahui, Dina Wulandari adalah korban pembunuhan sadis yang jasadnya ditemukan di dalam sungai Batanghari. Tsk pelaku pembunuh Dina adalah Satar (22) yang saat ini ditahan di Mako Polres Tebo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (red) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement