Sunday, 7 January 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Sepertinya Polres Tebo tidak main-main dalam memberantas aktivitas Penambangan Ema Tanpa Izin (PETI).

Terbukti, setelah berhasil mengungkap kasus tambang ilegal tersebut di dusun Remaji, desa Rantau Api, Kecamatan Tenggah Ilir, pada Jumat (5/1/2018) kembali ungkap kasus yang sama di desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, tempatnya di belakang Puskesmas Teluk Rendah Ulu. 

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan bahwa di lokasi tersebut ada aktivitas PETI atau dompeng. 

Berdasarkan informasi tersebut, pada Jumat (5/1/2018) sekitar pukul 14.00 Wib, Kapolsek Tebo Ilir IPTU Gohan Ramses F Simanjuntak beserta anggota dan masyarakat setempat, mendatangi lokasi PETI tersebut. 

"Saat kita datangi, pelakunya berhasil melarikan diri meninggalkan seluruh alat dompengnya" ujar Kapolsek Tebo Ilir pada media ini, Sabtu (6/1/2017).

Dilokasi, lanjut Kapolsek, pihaknya menemukan 1 gubuk yang digunakan para pendompeng, 1 set Keong, Karpet penyaring emas, 1 pipa cabang, 1 paralon putih, 1 engkol dan, 1 unit motor supra tanpa nopol warna hitam.

"Gubuknya kita musnakan. Sedangkan barang bukti (BB) lainnya kita amankan di Mako Polsek Tebo Ilir untuk penanganan lebih lanjut, "jelasnya.

Menurut keterangan dari salah seorang warga, lanjut Kapolsek, lokasi atau lahan yang di tambang atau didompeng adalah milik TLS. Sedangkan pendompeng mayoritas adalah warga pendatang dari Kabupaten Batanghari. 

Terkait adanya kegiatan aktifitas tambang ilegal ini, menurut Kapolsek, sangat berdampak pada kerusakan dan pencemaran lingkungan. "Dengan aktivitas PETI ini juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang dapat berdampak pada terjadinya aksi keributan. Makanya harus kita tindak tegas, "bilangnya. 

Menurut Kapolsek lagi, saat ini masih ditemukan aktivitas PETI dibeberapa lokasi yang berbeda. Jika tidak diberantas, kata dia, tidak menutup kemungkinan aktivitas ini akan semakin marak. "Untuk antisipasi agar aktivitas PETI tidak berkembang, kita akan melakukan operasi secara rutin,"tuturnya.

Tidak itu saja, saat inipun pihak Polsek Tebo Ilir tengah melakukan lidik dan pulbaket keberadaan aktifitas PETI dan pemiliknya. "Kita juga melakukan penggalangan terhadap Tomas, Toga, Todat dan Toda terkait kegiatan pemberantasan PETI. Ini salah satu upaya untuk mengantisipasi adanya perlawanan dari para pelaku PETI, atau adanya profokatif yang dilakukan oleh kelompok - kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi pasca Razia yang dilakukan,"katanya. 

"Selain itu, kita juga melakukan giat himbauan dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait larangan PETI. Tentunya agar aktivitas PETI bisa dihentikan, "tutupnya. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement