Thursday, 25 January 2018

author photo
Ilustrasi/net
PORTALTEBO.com - Powermen Peltu Kepala SMAN 16 Tebo membenarkan jika 2 orang guru di sekolah yang dia pimpin dimutasi. Namun dirinya tidak tahu apa alasan dua orang guru tersebut dimutasi. 

"Alasannya apa, saya juga tidak tahu. Silahkan tanya langsung ke Disdik Jambi, "ujar Powermen dikonfirmasi, Kamis (25/1/2018). 

Diakuinya, Yulianti, S.pd merupakan satu-satunya guru Sosiologi di SMAN 16 Tebo. Begitu juga Maswendi adalah satu-satunya guru Matematika yang berstatus PNS, "Kalo guru sosiologi cuma ibu Yulianti, dia dimutasi. Kalo guru matematika masih ada 1 lagi, tapi statusnya honor, "jelasnya. 

Ditanya berapa orang siswa yang terdaftar di SMAN 16 Tebo dan berapa rombongan belajar (rombel), Powermen mengatakan, "Kalo dulu siswanya 200 orang lebih. Kalo sekarang tinggal 93 orang yang terbagi 5 rombel, "tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi mogok belajar yang dilakukan siswa SMAN 16 Tebo beberapa hari yang lalu, berujung dicopotnya Dharma Laksana dari jabatan sebagai kepala di sekolah tersebut.

Sebagai ganti atau pelaksana tugas (Peltu) kepala sekolah (Kepsek), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi menunjuk menunjuk salah satu guru yang mengajar di SMA tersebut, yakni Powermen yang juga menjabat sebagai Wakil Kepsek.

Sayangnya, persoalan ini tidak selesai sampai disitu. Pasalnya, pasca digantinya Dharma Laksana disusul dengan dimutasinya dua orang guru di sekolah tersebut. 

Dua orang guru ini adalah Yulianti, S.pd guru Sosiologi yang dimutasi ke SMAN 14 Tebo dan Maswendi guru Matematika yang dimutasi ke SMAN 16 Tebo.

Mutasi dua orang guru inipun terasa mendapat sorotan dari siswa. Pasalnya, dua orang guru tersebut dimutasi tanpa alasan yang jelas dari Disdik Provinsi Jambi.

"Kami kecewa atas sikap Disdik Jambi yang tanpa atasan telah memindahkan dua orang guru kami,"ujar Intaniati Dwi Novita Ketua OSIS  SMAN Tebo Tebo. 

Menurut dia, mutasi tersebut tidak adil dan sangat ganjil, karena guru atas nama Yulianti adalah satu-satunya guru Sosiologi di sekolah tersebut. Begitu juga dengan Maswendi yang merupakan satu-satunya guru matematika berstatus PNS. "Kami minta kepada Disdik Jambi untuk mencabut atau membatalkan SK pindah guru kami tersebut,"pintanya. 

Jika permintaan tersebut tidak diindahkan, bilang Dwi, dirinya bersama siswa lainnya bakal menggelar aksi mogok belajar kembali. "Kalau tidak diindahkan juga, dalam waktu dekat ini kami akan datangi gubernur minta agar guru kami tidak dimutasi, "ancamnya.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu siswa SMAN 16 Tebo gelar aksi mogok belajar. Siswa ini menuntut agar Dharma Laksana dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement