Thursday, 18 January 2018

author photo
Powermen Wakil Kepala SMAN 16 Tebo yang ditunjuk menjadi Plt Kepala SMAN 16 Tebo saat dikonfirmasi wartawan 
PORTALTEBO.com - Tuntutan siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo yang menginginkan Kepala Sekolahnya Dharma Laksana dicopot dari jabatannya, akhirnya pun dikabulkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jambi setelah turun tim ke Sekolah yang diperintahkan oleh Gubernur Jambi Zumi Zola. 

Sebagai pengganti sementara atau Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, ditunjuk salah satu Guru yang mengajar di SMA tersebut, yakni Powermen yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah. 

"Ya saya ditunjuk oleh Dinas Provinsi Jambi sebagai Pelaksana tugas Kepala Sekolah SMAN 16 Kabupaten Tebo, karena Kepala Sekolah Pak Dharma Laksana kemarin dihadapan tim dari Dinas yang turun, sudah mengundurkan diri dari Jabatan Kepala Sekolah secara tertulis," ujar Powermen saat dikonfirmasi, Kamis (18/1/2018). 

Saat ini lanjutnya, siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo sudah kembali belajar aktif seperti biasanya setelah kemarin selama dua hari tidak masuk sekolah. Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 16 Tebo Intania Novita menjelaskan bahwa karena tuntutan siswa sudah dipenuhi, maka aksi mogok belajar siswa yang dilakukan selama dua hari pun dihentikan. 

Terkait para siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo pada Kamis pagi akan menggelar aksi damai di lapangan bola kaki desa Wana Reja Kecamatan Rimbo Ulu yang lokasinya dekat dengan SMAN 16 Tebo, rencana tersebut pun akhirnya diurungkan meskipun pihak siswa sudah mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke Polsek Rimbo Ulu. 

"Tidak Jadi aksi karena permintaan aliansi siswa dan siswi SMAN 16 Tebo sudah dipenuhi," ujar Ketua OSIS. 
Seperti diberitakan sebelumnya, baru beberapa bulan yang lalu, para Guru SMAN 16 Kabupaten Tebo pernah melakukan aksi mogok mengajar. 

Kini giliran para siswanya, siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo kurang lebih berjumlah 95 orang, Selasa pagi (16/1/2018) melakukan aksi Mogok belajar. Aksi tersebut buntut dari kekecewaan para siswa terhadap Kepala Sekolah yang dijabat oleh Dharma Laksana. 

Dharma Laksana dituding diduga tidak transparan terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Aksi Mogok belajar siswa SMAN 16 Kabupaten Tebo dimana Gedungnya berada di desa Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu ini, dilakukan dengan cara seluruh siswa tidak masuk sekolah dari pagi. 

Intania Dwi Novita, Ketua OSIS SMAN 16 Kabupaten Tebo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Dharma Laksana selama menjabat sebagai Kepala SMAN 16 Tebo tidak pernah transparan seperti untuk hadiah Liga Futsall di sekolah yang dianggarkan dari dana BOS tahun 2017 lalu, sampai saat ini tak kunjung diberikan kepada siswa. 

"Kami tidak puas dengan kepemimpinan Kepala Sekolah, kami selalu mendapatkan masalah bahkan setiap proposal yang kami ajukan untuk kegiatan sekolah juga tidak pernah keluar. Selama Dharma Laksana jadi Kepala Sekolah, jumlah siswa terus menurun," ungkap Novi sapaannya saat dijumpai dikediamannya. 

Lebih parahnya lagi lanjutnya, setiap tahun siswa dipungut biaya untuk pembelian alat Drum Band sejak tahun 2014 lalu dan sekarang Kepala Sekolah juga sudah meminta pungutan kembali kepada siswa untuk pembelian alat Drum Band. 

Namun, sampai saat ini pun alat Drum Band tersebut belum juga dibelikan. Pernah siswa mempertanyakan hal itu kepada Kepala Sekolah, namun Kepala Sekolah berdalih bahwa dana pungutan untuk pembelian alat Drum Band diberikan kepada operator TIK digunakan untuk pembelian Tower yang ada di depan ruang TIK. 

Tentang kebenaran jawaban Kepala Sekolah, para siswa pun kemudian bertanya langsung kepada operator TIK. Ternyata, jawaban operator TIK lain dengan yang disampaikan dengan Kepala Sekolah. Operator mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang pemberian dari Kepala sekolah. Operator menegaskan bahwa tower TIK merupakan bantuan dari pemerintah provinsi. (red) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement