Wednesday, 31 January 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Polsek VII Koto terima laporan dari salah satu karyawan PT Tebo Multi Agro (TMA). 

Karyawan yang bernama Oka Cakra Saputra Manuaba (28) yang warga jalan Sunan Giri Rt 09 Simpang Tiga Sipin Kota Jambi ini, mengaku telah di keroyok dan dianiaya oleh buruh borongan ditempat dia bekerja (PT TMA). 

"Pengakuan korban, dia dikeroyok di Mess PT TMA Desa Sungai Abang Kecamatan VII Koto, Tebo pada Selasa (30/1) kemarin, "kata Akp Firdon Marpaung Kapolsek VII Koto, Rabu (31/1).

Pengakuan korban, lanjut Kapolsek, dia dikeroyok oleh SK (24), AP (27) dan TN (33). Ketiga terlapor ini adalah warga Desa Sungai Abang Kecamatan VII Koto yang merupakan buruh borongan di PT TMA.  

Kronologis pengeroyokan kata Kapolsek menjelaskan keterangan pelapor, pada Selasa (30/1/2018) sekitar pukul 21.00 Wib, datang rombongan buruh borongan yang dipimpin SK ke Mess tempat tinggal korban. 

Biasanya, kedatangan rombongan buruh ini untuk meminta material untuk kerja esok hari. Namun kedatangan rombongan buruh malam itu, untuk mengajak pelapor berunding.

Karena menolak untuk berunding, pelapor langsung meninggal Mess. Namun saat hendak keluar, ternyata diluar mess sudah para buruh borongan menunggu.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, pelapor mengurungkan niatnya meninggalkan mess tersebut. 

Karena pelapor tak kunjung keluar, membuat SK emosi dan langsung masuk kedalam mess. SK memaksa pelapor keluar dengan cara menarik tangan kanan pelapor. Namun pelapor tetap menolak keluar. Suasana pun menjadi panas. 

Selang beberapa saat datang Amionita Zai untuk melerai SK dan pelapor. Diwaktu yang bersamaan, muncul AP dan TN yang langsung hendak memukul pelapor namun terhalang oleh Amionita Zai.

Munculnya Amionita Zai ini dimanfaatkan oleh pelapor untuk melarikan diri. Sayangnya, saat itu tanggan pelapor masih dipegang oleh SK. SK pun langsung memukul kepala bagian belakang pelopor.

Meski telah dipukul, pelopor terus berupaya melepaskan cengkraman tangan SK. Begitu berhasil lepas dari cengkraman tangan SK, pelapor langsung melarikan diri keluar mess.

Tidak senang dengan perlakuan SK dan kawan-kawan, pelapor langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek VII Koto guna mendapatkan perlindungan.

"Kita sudah mendatangi Tkp, kita juga sudah memeriksa para saksi dan membuat laporannya. Dan ini juga telah kita laporkan kepada pimpinan, "tutup Kapolsek. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement