Tuesday, 30 January 2018

author photo
Ilustrasi/net
PORTALTEBO.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Abu Bakar mengendus sopa atau jok mobil ambulance dijual okmum tidak bertanggung jawab. 

Dia mengatakan jika ambulance tersebut adalah mobil ambulance di salah satu Puskesmas di Tebo. 

"Saya saya tidak mau menyebutkan siapa orangnya dan dimana Puskesmasnya. Yang jelas saya ada menemukan sopa mobil ambulance yang dijual, "ungkap Abu Bakar pada media ini, Selasa (30/1/2018).

Atas temuan itu, Sekda mengaku jika sudah menyampaikannya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera ditindaklanjuti. "Kan mobil ambulance tu ada bangkunya. Nah bangkunya itu dijual,"ungkap Sekda lagi. 

"Mobil ambulance tu ada bangkunya. Nah yang dijual itu bangku tengah sama bangku belakang. Kan ini tidak boleh. Makanya saya minta sama Dinkes agar ini cepat diselesaikan,"tutupnya. 

Sebelumnya, Sekda Tebo mendapat kabar adanya aksi pencurian tempat tidur pasien di RSUD STS Tebo. 

Sekda pun sangat menyayangkan atas aksi yang dilakukan oleh AM (46), suami dari salah satu dokter spesialis di RSUD STS Tebo tersebut.

"Itukan aset pemerintah. Kok diambil untuk pakai sendiri, ya ndak boleh la, "ujar Abu Bakar saat ditemui sejumlah wartawan diruang kantornya, Selasa (30/1/2018).

Sebenarnya, tegas Sekda yang namanya aset pemerintah tidak dibenarkan untuk dipinjam pakaikan, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi, "Kalau untuk kepentingan pribadi, ya beli sendiri dong. Jangan gunakan fasilitas pemerintah,"ucap Sekda lagi. 

Lanjut dia, kegunaan dan peruntukan tempat tidur pasien atau spring bed tersebut sudah jelas, yaitu untuk pasien. "Kalo pasien banyak tempat tidur kurang, trus pasien tidur dimana? Kan ini jadi masalah, "kata Sekda.

Untuk itu Sekda menghimbau kepada seluruh masyarakat Tebo maupun ASN agar tidak mengunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. "Kalau ada yang memakai atau meminjam fasilitas pemerintah untuk kepentingan pribadi, saya minta agar dikembalikan. Karena itu tidak dibenarkan, "katanya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, beberapa minggu belakangan ini, warga Tebo khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Syaifuddin (RSUD STS) Tebo, dihebohkan dengan aksi dugaan pencurian yang dilalukan oleh AM (46), suami dari salah satu dokter spesialis di RSUD STS Tebo.

Informasi yang didapat wartawan dilapangan, aksi AM ini dilakukannya tengah malam sekitar bulan November 2017 lalu. AM mengambil 2 unit tempat tidur pasien merk Sigma yang harganya berkisar 20-30 juta.

Informasi lain yang didapat, AM dengan leluasa mengeluarkan dan mengangkat 2 unit bed pasien dengan menggunakan truck PS dari gudang rumah sakit karena telah mendapat izin dari salah satu petinggi rumah sakit.

Namun belakangan, baru diketahui kalau AM tidak pernah mendapat izin mengambil barang milik RS STS Tebo ini, hingga akhirnya AM dipanggil pihak RS STS dan diminta untuk mengembalikan barang tersebut. Namun, saat itu AM tidak mengembalikab barang yang bernilai puluhan juta tersebut.

"Barang tersebut dikembalikan setelah banyak pihal meributkan soal hilangnya bed pasien, setelah saya paksa baru dikembalikan AM,"terang Kepala TU RS STS Tebo, Drg Amirudin saat ditemui di RSUD.

Amiruddin juga menunjukan surat pernyataan yang dibuat oleh AM yang isinya, AM mengakui telah mengambil dua bed pasien milik RS STS tanpa izin dan bed tersebut telah dikembalikan.

"Dalam pernyataan itu, AM mengakui mengambil bed rumah sakit tanpa izin dan AM bejanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum lagi,"terang Amiruddin.

Surat pernyataan tersebut dibuat pelaku AM tanggal 25 Januari 2018 dan dibuat diatas materai 6000. "Saat ini Bed pasien yang diambil AM sudah dikembalikan dan saat ini disimpan di gudang,"aku Amiruddin pada wartawan.

Informasi lain yang didapat, AM pernah diperiksa polisi saat kasus Pembakaran rumah Pj Bupati Agus Sunaryo dan pembakaran rumah komisioner KPU, Riance Juscal yang terjadi pada bulan Maret 2017 lalu. (red) 

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement