Thursday, 18 January 2018

author photo
PORTALTEBO.com - Terkait tundingan lambannya penanganan di Puskesmas Tebo Tengah pada korban gigitan anjing rabies, Kepala Puskesmas Tebo Tengah, dr. Syari Aldi Saragih mengatakan bahwa korban akibat di gigit anjing tersebut sudah ditangani dengan cara memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Tadi dokter kita di Puskesmas ini sudah memberikan Vaksin terhadap korban, dan untuk penanganan selanjutnya sesuai dengan Protap harus bertahap," kata Aldi, saat dikonfirmasi. Kamis (18/01/2018).

Selain itu juga, untuk mencegah luka bekas gigitan tahapanannya ialah dari pertama digigit diberikan Vaksin, terus dilihat lagi pada 7 hari kedepan, 2 minggu kedepan kemudian 21 hari kemudian. "Semuanya bertahap, itu sesuai program tetap (protap)," singkat Aldi.

Aldi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter hewan, dan dokter pun juga sudah melayangkan surat bahwa anjing yang menggigit kesembilan warga itu positif rabies.

"Anjingnya sudah dibawa ke RPH, dan sesuai surat yang dilayangkan ke kita anjing itu memang positif Rabies," sebutnya lagi.

Saat ditanya kenapa Puskesmas tidak menyediakan obat rabies, Aldi berkilah bahwa obat rabies itu memang tidak ready di Puskesmas, melainkan di Dinkes.

"Disini memang tidak disediakan, untuk mengambil obat itu kita berikan pengajuan dulu ke Dinkes kemudian baru obat itu di bawa ke puskesmas," kilahnya.

"kalau di Puskesmas ini stok Vaksinnya tetap di Dinkes, jika ada pasien baru kita ajukan ke Dinkes," tutupnya. 

Diketahui, sebanyak 9 orang warga kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, pada Kamis (18/01/2018) pagi digigit anjing diduga rabies. Kesembilan warga ini diduga digigit anjing peliharaan warga untuk berburu babi.

Dari informasi yang didapat, warga yang di gigit ini ialah Sugiono (62) warga Bungkal, Bilkis (3) warga Bungkal, Pitri (28) warga Desa Baru, Bomince Manurung (43) warga Bungkal, M. Jamil (77) warga desa Sumber Sari dan empat korban lagi belum diketahui identitasnya.

Salah satu korban gigitan anjing, Sugiono (62) warga Bungkal mengaku pertama  kali digigit anjing saat dirinya tengah menyadap karet, seketika itu anjing yang datang langsung menggigit paha bagian kanan. Anjing tersebut kemudian lari, dan sekitar 15 menit kenudian anjing tersebut datang lagi dan menggigit tempat yang sama.

"Dua kali mas paha saya di gigitnya, pada saat anjing itu menggigit saya pukul kepalanya pakai pisau penyadap ini, setelah anjing itu lari sekitar 15 menit anjing itu gigit paha saya lagi, dan saya langsung pulang untuk berobat," ungkap Korban Sugiono.

Sementara itu, warga Bungkal yang mengaku bernama Edi Hartono. Spd. I, menilai bahwa pelayanan Puskesmas Tebo Tengah terkesan lamban. Pasalnya, korban yang sejak tadi pagi datang ke Puskesmas baru dapat penanganan sekitar pukul 11:30 Wib.

"Masa baru ditangani jam 11:30 Wib, yang gigit ini anjing rabies," kesalnya.

Yang lebih parah lagi, lanjut Hartono, obat Rabies di Puskesmas tidak ada. Sementara, anjing yang menggigit kesembilan korban ini sudah dinyatakan Positif Rabies olrh pihak UPTD Puskesmas dan RPH.

"Kita minta pihak Puskesmas harus sigap dalam menangani kasus ini. Karena Puskesmas ini berada di tengah kota bukan daerah terpencil," sebutnya lagi.

Semenatara, menurut informasi dilapangan bahwa anjing dengan ciri-ciri berwarna hitam yang menggigit keenam warga tersebut sudah dibunuh, dan anjing itu sudah di bawa ke UPTD Puskesmas dan RPH untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (p01) 
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement