Wednesday, 20 December 2017

author photo
MUARATEBO - Sungguh sangat menyayat hati, ternyata pembunuhan yang dilakukan oleh Wirani Laia, Arman Laia dan Fandi Giawa dengan cara yang sangat sadis. Dimana Bocah 4 Tahun anak dari Dona Sitorus dilempar, diinjak dan dikoyak hingga tidak bernyawa.

Adapun hal ini diketahui setelah Tim reskrim Polres Tebo, Rabu (20/12/2017) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis di PT Tebo Plasma Inti Lestari (TPIL) Tebo yang terjadi pada 26 Oktober 2017 lalu. 

Dimana Rekonstruksi alias reka ulang ini tidak digelar di TKP kebun afdeling I PT TPIL, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar reka ulang bisa berjalan lancar dan aman. 

Untuk itu pihak reskrim Polres Tebo menggelar reka ulang dihalaman belakang Polres Tebo yang langsung dihadiri oleh Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmad.

Adapun Dalam adegan ulang tersebut, terkuak betapa sadisnya para pelaku yakni Wirani Laia, Arman Laia dan Fandi Giawa menghabisi nyawa ketiga korban yakni Dona Sitorus, Ita Susanti dan anak Dona yang baru berusia 4 yakni Niconius Iraldo Simbolon. 

Dari 30 adegan tersebut, Niconius yang masih bocah itu dihabisi dengan tidak manusiawi. Bocah malang itu dilempar ketanah, diinjak-injak hingga tak sadarkan diri, lalu perut dikoyak dan isi perut dikeluarkan.

"Kita terpaksa memindahkan lokasi reka ulang, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, dalam reka ulang ini terlihat betapa sadisnya 3 pelaku ini menghabisi nyawa para korbannya, semua korban dikoyak perutnya dan dikeluarkan isinya,"jelas Kapolres Tebo yang didampingi Kasat reskrim AKP Maruli.

Sementara itu reka ulang yang digelar oleh satuan reskrim ini juga disaksikan oleh suami dan keluarga para korban, mereka tak mampu menahan sedih melihat, bagaimana keluarga mereka dihabisi secara sadis oleh ketiga pelaku yang merupakan tetangga korban. Dalam adegan ulang ini, polres juga menurunkan puluhan personil untuk pengamanan. 

"Dalam reka ulang ini, kita melibatkan dua polwan untuk menggantikan kedua korban, selain itu, kita juga menurunkan personil untuk pengamanan,"terang Kapolres.

Untuk diketahui pula, bahwa atas kejadian yang sangat memilukan ini warga Tebo banyak yang bersimpati dan turut berduka, bahkan mengutuk atas kejadian yang seyogyanya tidak pantas dilakukan sebagai sesama makhluk hidup. Ungkapan berbagai rasa simpati inipun hingga saat ini masih membanjiri lini media massa di Kabupaten Tebo.(p03)
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement