Pasca Praperadilan Sarjono, Ini Tanggapan Kapolres Tebo

- 19:57:00
advertise here
Kapolres Tebo AKBP Budi Rahmat saat dikonfirmasi sejumlah wartawan 
PORTALTEBO.com - Pasca Sidang Praperadilan oleh PN Tebo yang mengabulkan permohonan Sarjono Kadis Pertanian Tebo, pihak Polres sebagai termohon bakal melanjutkan proses hukum. Ini disampaikan langsung Kapolres Tebo, AKBP, Budi Rachmad ditemui usai acara pelatihan PKS tingkat SMP se Tebo si hotel Aliya Kabupaten Tebo.

Kapolres mengatakan, mentahnya sidang praperadilan yang merugikan pihak termohon banyak menemukan kelemahan. Hal ini diakui dia mengingat surat sprindik yang dikeluarkan pihak Polres penomorannya dipermasalahkan.

Selain itu pengiriman SPDPnya oleh pihak Polres sudah melewati tujuh hari. "Satu lagi proses audit total loss oleh BPK memakan waktu lama," terangnya.

Kendati praperadilan oleh pihak PN telah mengabulkan permohonan Sarjono, Polres tentunya bakal mengulang proses ini mulai dari awal lagi. Pasalnya praperadilan kemarin tidak masuk dalam subsatnsi Hukumnya. "Kita pantang menyerah, harus optimis," sebut kapolres yang mengatakan jika dua alat bukti yang diajukan Polres sudah terpenuhi.

Sementara saat disinggung apakah Polres bakal diback up oleh pihak Polda, Kapolres tidak menampik. Budi bilang kasus ini merupakan pekerjaan rumah paling berat pihaknya bakal meminta Polda Back up. Tidak tertutup kemungkinan kasusnya bakal ditangani oleh pihak Polda Jambi.

"Ini kasus 2015 dimasa jabatan lama. Karena sekarang saya yang menjabat, bagaimanapun juga ini tanggungjawab saya, "tegasnya.

Seperti diberitan sebelumnya  Pengadilan Negeri (PN) Tebo, Senin (27/11) lalu  menggelar persidangan gugatan praperadilan Sarjono, Kepala Dinas Pertanian Tebo yang ditetapkan sebagai tersangka (TSK) oleh Polres Tebo dalam kasus dugaan korupsi Proyek Embung, di Desa Sungai Abang, Kecamatan VII Koto.

Sidang dengan agenda mendengarkan putusan ini dihadiri oleh semua pihak, baik Pemohon Sarjono yang diwakili oleh 3 kuasa hukumnya dan termohon Polres Tebo.

Sidang yang dipimpin hakim tunggal Ricky Fardinan, SH dalam amar putusannya menyatakan dan menetapkan permohonan Sarjono diterima dan status tersangka Sarjono dinyatakan tidak syah karena cacat hukum. (p01)