Tim Pakem Dalami Dugaan Aliran Sesat di Kecamatan VII Koto

- 19:20:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Setelah mengelar rapat Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem ) Kabupaten Tebo beberapa hari lalu, tim Pakem Tebo langsung bergerak cepat dalam merespon satu aliran kepercayaan di kecamatan VII Koto yang diduga sesat.

Pakem dan anggotanya melakukan pendalaman terkait aliran tersebut dengan melakukan pertemuan di Aula Camat VII Koto, Rabu (29/11/2017).

Tokoh dari aliran tersebut, Ustad Danuri menjelaskan tentang aliran yang di anutnya adalah Ajaran aliran Ma'rifat Tasauf Azukhruf. Pada aliran ini mengajarkan jika telah mengenal Allah dan bertemu dengan Allah di dunia, kita berwdhu itu bukan membasuh tangan atau kaki namun basuh hati.

Penjelasan ini langsung ditanggapi perwakilan dari Tokoh Masyarakat Desa Teluk kayu Putih H. Tamrin,"Menurut saya aliran tapsir ini tidak cocok di sampaikan ke pada masyarakat yg belum memahami agama dan ajaranya terlalu jauh bagi masyarakat yg kurang memahami agama," ujarnya.

Sementara, Perwakilan dari Desa Tanjung Imam Mesjid besar Desa Tanjung Yahya meminta agar aliran tersebut meluruskan keyakinannya agar sesuai dengan ajaran Islam. Pasalnya, mantan pengikut Ustad Danuri mengakui jika aliran ini mengajarkan bahwa manusia bisa bertemu dengan Allah.

"Disuruh memijak Alkuran makanya saya keluar jadi pengikut Ustad Danuri," ujarnya.

Hal berbeda disampaikan Perwakilan dari Desa Tanjung Imam Mesjid besar Desa Tanjung, Yahya Abdul Aziz yang menilai kajian tersebut sudah benar, hanya saja orang memakainya atau yang mengamalkan salah."Sholat bagi Ustad Danuri itu tidak wajib," jelasnya.

Anggota pengajian ustad Danuri Pahrizal dari Bangko yang sudah 3 tahun tinggal di Desa Tanjung 3 tahun mengaku, jika aliran ini tidak pernah mengajarkan Sholat, Zakat dan Puasa.

Namun perwakilan dari Desa Kuamang pengikut Ustad Danuri melakukan bantahan. "Pak ustad Danuri tidak pernah melarang orang Sholat.  Ustad danuri tidak pernah mengajarkan yang salah," jelasnya.

Dsri hasil pertemuan ini, tim Fakem MUI menghimbau kepada Ustad Danuri untuk menyerahkan semua buku yang menjadi pedoman dalam ajaran Makrifat Tasauf Azzukhruf. "Buku ini untuk pedoman MUI dalam mengambil Keputusan atau Fatwa," ujar Ketua Pakem Tebo, Teguh Suhendro. (p01)